oleh

Kodim 0825 Banyuwangi Gelar Pembinaan Binkomsos, Cegah Tangkal Radikalisme Separatisme

-Sosial-20 views

Berita Oposisi.co.id. Banyuwangi – Kodim 0825 Banyuwangi menggelar Pembinaan Komunikasi Sosial (Binkomsos) Cegah Tangkal Radikalisme Separatisme tahun 2019, dalam upaya mendukung tugas pokok TNI guna pelaksanaan teritorial. Kegiatan digelar di Aula  Pangsar Sudirman Kodim 0825 Banyuwangi Jalan R.A. Kartini Nomor 2 Lingkungan Ujung Kelurahan Kepatihan Banyuwangi, Selasa, (27/08/2019).

Tema pada Kegiatan ini, “Melalui kegiatan pembinaan komsos cegah tangkal Radikalisme/Separatisme kita perkokoh mentalitas dan pemahaman Ideologi Pancasila guna mencegah ancaman bahaya Radikalisme/Separatisme dalam rangka mewujudkan alat juang Pertahanan yang tangguh,” yang di ikuti sekitaf 85 orang.

Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Yuki Eko Purwanto, S.I.P melalui Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawady Karnawan menuturkan,

“Kami sampaikan permohonan ma’af bahwa Dandim 0825 Banyuwangi tidak bisa hadir diacara ini dikarenakan ada kegiatan di Surabaya selama 2 hari. Dalam rangka rakor latgab tingkat Mabes yang akan dilaksanakan latihan pada bulan september diwilayah Kabupaten Situbondo.”terangnya

Dalam rangka kegiatan pembinaan komunikasi sosial cegah tangkal radikaslisme/separatisme ini merupakan sebagai progja Staf Teritorial Kodim 0825 Banyuwangi, sekaligus kegiatan ini sebagai wahana silaturohmi mempererat hubungan kekeluargaan, dengan kehadiran bapak bapak pada kegiatan hari ini dapat menjadi sumber inspirasi dalam meningkatkan sinergitas dan meningkatkan nilai nilai Pancasila dalam rangka penangkalan radikalisme/separatisme serta melaksanakan pemahaman idiologi Pancasila untuk mencegah berkembangnya bahaya radikalisme/separatisme.

“Indonesia merupakan berbagai macam suku agama ras dan antar golongan untuk itu kita harus mampu menjaga kerukunan umat beragama yang minoritas maupun mayoritas, dan kita harus saling menjalin menjaga keutuhan kedaulatan NKRI, Radikalisme bisa tumbuh dari segi aspek mana saja melainkan diantaranya ekonomi ideologi sosial budaya dan lain sebagaianya, dalam rangka mendukung keutuhan NKRI dibutuhkan kerjasama antara TNI-POLRI dan komponen bangsa dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dalam mendukung program Pemerintah kita harus bersinergi dalam rangka cegah ancaman bahaya radikalisme/separatisme,”tuturnya.

Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawady Karnawan juga menambahkan, harapan kami melalui kegiatan ini dapat terjalin komunikasi sosial yang sehat, yang harmonis untuk meningkatkan tali silaturahmi prajurit Kodim 0825 Banyuwangi dengan komponen masyarakat dalam rangka mewujudkan cegah tangkal radikalisme separatisme.

“Tujuan dari kegiatan ini, adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman komunikasi sosial dalam mendukung tugas pokok TNI, khususnya dalam pelaksanaan pembinaan teritorial, melalui kemanunggalan TNI – Rakyat kita wujudkan cegah tangkal radikalisme,”imbuhnya.

Drs. Wiyono, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi menuturkan,“Bahaya radikalisme/separatisme yang berkembang diwilayah NKRI, Sinergitas TNI-POLRI dan Komponen bangsa dalam rangka cegah tangkal radikalisme/separatisme, Pemahaman Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Pertahanan Keamanan (IDPOLEKSOSBUDHANKAM).
-Timbul paham radilaisme dan separatis karena kurangnya pemahaman rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta pemahaman yang sempit karena fanatik yang berlebihan, tujuan dari kegiatan ini sangat tepat sekali, karena dapat menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019.

“Dalam refleksi detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2019, kegiatan masyarakat menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, renungan 74 tahun Indonesia merdeka, dengan menjaga keutuhan NKRI,” terangnya.

“Ingat jasa para Pahlawan, karena itu warisan untuk generasi pemuda, apa sumbangsih kita untuk republik ini, mari selalu gelorakan perjuangan dan waspadai ancaman di era melenial,”tuturnya.

Sementara itu
Ilham Yuwanga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi dalam sambutannya juga menuturkan,

“Radikalisme timbul karena kemiskinan dan ketidak puasan terhadap keadaan ekomoni, upaya Pemerintah  untuk meningkatkan terhadap sektor Pertanian untuk meningkatkan tahap perekomomian masyarakat, pembangunan infatrusktur di seluruh  wilayah yang merata didukung dengan prasarana yang memadai dan pengetahuan yang handal serta meningkatkan ketahanan pangan dengan pontensi hortikultura sebagai swasembada dan mengurangi impor dengan peningkatan komoditas unggulan perkebunan, pengembangan ternak unggulan lokal.dan argobisnis di bidang pertanian,”tuturnya.

Kegiatan dihadiri oleh Drs. Wiyono Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi, Mayor Inf Herawady Karnawan, Kasdim 0825 Banyuwangi, KH. M. Yamin, Lc Ketua FKUB Banyuwangi, 10 orang Perwakilan Danramil. 10 orang Perwakilan Babinkamtibmas, 10 orang Perwakilan Aparat Desa, 12 orang Tokoh Masyarakat, 12 orang Tokoh Pemuda,  6 orang Pwk FKPPI,  5 orang Mahasiwa, 5 orang Pelajar.serta 5 PNS.

(Khotib/Pendim0825)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed