oleh

Komoditi Teh Indonesia Memiliki Potensi Besar Diperdagangan Internasional

Jakarta beritaoposisi.co.id, – Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer dikalangan masyarakat secara luas. Bahkan hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia pernah menikmati minuman teh.

Teh saat ini banyak dijual dalam bentuk kemasan produk baik berupa minuman ataupun kemasan teh kering.

Aneka saji Teh

Kebutuhan teh banyak dicari oleh masyarakat secara luas sehingga membuat potensi dari budidaya tanaman teh sangat menguntungkan untuk dijalani sebagai bisnis perkebunan teh.

Tanaman teh sangat efisien jika dibudidayakan di dataran tinggi. Perlu Anda ketahui jika budidaya tanaman teh tidak semudah apa yang Anda bayangkan.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan tanaman teh perlu mengetahui syarat tumbuh dari tanaman teh itu sendiri.

Tanaman teh dapat tumbuh subur dengan penyebaran tanaman di daerah dengan garis lintang 30 derajat utara atau selatan Katulistiwa.

Indonesia saat ini telah menjadi top 10 produksi teh di dunia. Produksi teh Indonesia peringkat tujuh dunia, sehingga Indonesia memiliki potensi pertumbuhan dan perkembangan teh.

Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

Salah satu pakar teh di dunia tersebutlah satu nama yaitu Andrews Thobias Supit dari sekian banyaknya pakar teh yang berskala Internasional.

Andrew lah yang mencetuskan Sertifikasi Teh Nasional yang bertujuan agar Teh Indonesia memiliki standarisasi nasional yang sesuai dengan standar Internasional.

Jadi kebun kebun teh rakyat seyogyanya dapat memiliki Sertifikasi Nasional yang fungsinya apabila produsen teh Indonesia ingin memasarkan prodak Teh nya ke luar negri, maka mereka dapat dipastikan sudah memenuhi standarisasi per teh an yang berkwalitas Internasional.

Sementara yang lain memikirkan hanya supplai dan demand tapi maestro dan Pakar Teh Internasional ini lebih memikirkan kemajuan negrinya ke arah yang lebih signifikan, yaitu dengan mencoba membawa produk Teh lokal Indonesia ke tingkat yang tinggi yaitu sejajar dengan skala Dunia.

Itulah salah satu bentuk kecintaan seorang Andrew Thobias Supit seorang putra indonesia untuk memajukan bangsa dan negaranya ke tingkat dunia lewat Komoditi Budi Daya tanaman Teh.

Peran Andrew untuk budi daya Teh nasional tidak bisa dianggap sepele, setelah kita mengetahui sepak terjangnya dan apa yang sudah dia lakukan selama ini demi bangsa dan negara tercinta di kancah dunia internasional.

Andrew juga sering mengamati perkembangan teh dunia sampai sekarang, pakar teh kelas dunia ini sangat menyayangkan perkembangan budi daya teh saat ini yang tadinya Indonesia berada diurutan ke 3 Teh terbaik didunia tapi sekarang malah mundur berada diurutan ke 7 dunia.

Imajinasi Andrew yang memang berasal dari keluarga produsen teh dan pendiri teh Sari Wangi yang terkenal di Indonesia maupun tingkat dunia ini memang unik dan tidak umum untuk kalangan Pecinta Teh.

Si Beautiful Mind ini tidak pernah menganggap dirinya sebagai sebagai Social Entrepreneur seperti yang di dengungkan masyarakat umum selama ini tentang dirinya, dia mengatakan kalau dia hanya bekerja dengan hati saja selama ini, bukan hanya sekedar cari untung saja.

Daun Yang khas Indonesia

Andrew yang Visioner ini menghimbau kepada Pemerintah Negara Republik Indonesia supaya lebih meningkatkan dan memperhatikan lagi dalam mengembangkan dan mengangkat Budi Daya Teh Nasional supaya lebih mendunia lagi, seperti filosofi sang ayah yang pernah diberikan pada Andrew semasa hidupnya alamarhum dulu yaitu jangan membunuh angsa yang bertelur emas.

Karena potensi Indonesia untuk masuk ke Perdagangan Internasional dalam bidang Komoditi Teh sangat bagus dan menjanjikan sekali.

Ini terbukti ketika dia pernah menjual Teh Lokal seharga 11 juta Rupiah perkilo dan hal tersebut transaksinya hanya di sekitaran Indonesia saja, apalagi ditingkat Dunia Internasional.

Amazing…..

Reporter : Luky Hartono

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed