oleh

Lembar Data C1 , Diburu Caleg Partai Bak Barang Antik

Banyuwangi Berita Oposisi.

Pemilu Pilpres dan Pileg 17 April 2019 beberapa hari telah berlalu, mestinya suhu politik sudah menurun. Hasil Pemilu Pilpres tinggal menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Pusat tentang Capres Cawapres siapa yang bakal jadi. Namun tensi politiknya sudah tidak sebegitu memanas artinya siapapun Presiden dan Wakil Presiden yang jadi akan diterima oleh rakyat Indonesia.

Pantauan media tensi politiknya yang masih tinggi bahkan naik adalah kompetisi kontestan Pemilu Calon Legeslatif ( Caleg ), baik tingkat DPRD Kab./Kota, DPRD Provinsi, dan Caleg DPR RI. Mereka memburu data yang namanya Sertifikat Hasil Penghitungan Suara Model C1 layaknya barang antik. Yang lembarannya terdiri dari C1-KK-01, C1-KK-02, C1-KK-03, C1-KK-04, C1-KK-05, C1-KK-06. Hal tersebut terjadi lantaran adanya klaim oknum Caleg tertentu hembuskan kata – kata sudah raih suara 9000, 10.000 ke publik padahal penghitungan atau rekapitulasi belum final.  Akibatnya mengundang rasa penasaran kontestan yang lain untuk mencari tahu kebenarannya.

Oleh karenanya para Caleg dari masing – masing Partai melalui timnya berusaha mendapatkan Sertifikat Hasil Penghitungan Suara ( C1 ), yang isinya adalah pindahan angka – angka dari C1 Plano ( Papan Penghitungan ) di TPS informasi penentu nasib jadi dan tidaknya calon duduk di kursi dewan dan kemenangan Partai.

Sebagaimana dituturkan oleh SDH Muncar timses juga saksi salah satu Caleg Partai,

” Untungnya Ketua Partai saya, dari awal siapkan saksi – saksi dan mewajibkan para saksi untuk mendapatkan C1, kalau tidak bisa kualahan mengawal dan mengamankan perolehan suara saat rekapitulasi di PPK. Seperti tadi ada sedikit keributan karena ada saksi protes, kalau gak ada bukti C1 dan solusinya bisa jadi gontokan mas, “ tutur SDH di sela kesibukannya melototi rekapitulasi di PPK Muncar Banyuwangi.

Partai atau Caleg yang tidak pasang saksi di TPS dan di PPK akan sulit mendapatkan informasi bila tanpa surat mandat dari Partainya. Bagi Caleg Partai yang punya lembar kertas yang sebutan lainnya C1 itu, meski belum tentu jadi, namun sedikit nyaman karena punya data sakti. Setidaknya dengan memiliki data C1 bisa mengetahui kalau ada oknum yang berniat otak – atik angka perolehan suara pada rekapitulasi di PPK.

” Ternyata susah mas kalau gak pegang data C1, rawan juga tanpa tahu C1, soal jadi dan tidaknya belakangan tapi minimal saya tahu perolehan suara saya kan bisa ngunci suara saya. Ketika pada saat rekapitulasi kok terjadi perubahan saya kan bisa protes minta C1 Plano dibuka mas, “ tutur Caleg dari salah satu Partai yang enggan disebut namanya itu Rabu 24/04/2019.

Info terbaru meski belum tentu kebenarannya, ada rumor berkembang bahwa sangking saktinya lembar data C1 bisa dinominalkan oleh oknum dengan menjual kepada Caleg Partai yang butuh informasi perolehan suara. Terbukti sebelumnya awak media pernah pergoki oknum yang sengaja datangi Posko Partai tertentu cari – cari data C1 untuk difoto Copy, ada yang hanya didokumentasi pakai Camera Hp yang penting dapat data. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed