oleh

Leo Tenada, Seni Memanah Tradisional Perkuat Jati Diri

-Budaya-27 views

Beritaoposisi.co.id , Flores Timur – Festival Lamaholot yang bertajuk ‘Nubun Tawa ‘ mempersembahkan beberapa atraksi Budaya peninggalan leluhur, salah satunya adalah Leo Tenada (panah sasaran) yang dilaksanakan oleh kaum laki – laki komunitas masyarakat adat Lamatou, Desa Painapang, Kabupaten Flores Timur , bertempat di Lapangan Desa Bentala , Kamis, 12/9/2019.

Terlihat sejumlah pemanah menggunakan pakaian tradisional, sedang menampilkan kebolehannya melepaskan anak panah ke arah sasaran sembari diiringi lantunan gong dan gendang. Atraksi bermakna ini cukup menarik perhatian pengunjung ( Wisatawan domistik dan manca negara ) untuk berkunjung ke Flores Timur .

Leo Tenada merupakan sebuah tradisi memanah yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Lamatou  sebagai  ungkapan syukur atas suksesnya pembangunan Korke Padak Bale (rumah adat) dan juga untuk mengasah ketangkasan, melatih ketajaman konsentrasi untuk melesatkan anak panah dalam menghadapi perang serta memperkuat jati diri.

Petrus Mado, Wakil Lembaga Pemangku Adat Desa Painapang, menjelaskan , “ Leo Tenada dapat dimulai ketika anak suku Lamahewe sebagai Ju Tera terlebih dahulu memanah ke arah sasaran ; Dan ketika atraksi Leo Tenada berlangsung, situasi tersebut dianggap sebagai situasi perang “.

Selanjutnya, jelas Petrus, sebelum Leo Tenada dilaksanakan, para orangtua dalam komunitas masyarakat adat Lamatou atas kesepakatan bersama menentukan salah satu anak suku, untuk memasang Padu atau objek yang menjadi sasaran untuk memanah.

“Hari ini kita berperang ! ,  Dalam situasi itu Padu kami anggap musuh; dan Padu itu bukan sembarang kayu. Untuk mendatangkannya harus melalui sebuah perenungan mendalam. Leo Tenada akan berakhir kalau anak panah telah mengenai Padu atau sasaran, dan musuh pun dianggap tewas”, ujar Petrus.

Melalui festival ini, Petrus berharap generasi muda dapat mencintai dan merasa memiliki tradisi budaya yang telah diwariskan oleh leluhur, karena Budaya adalah jati diri kita. (*Atten)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed