oleh

Lukman Pelukis Pakai Jari Kaki, Ungkapkan Kebanggaannya Pada Bupati Anas Melalui Kanvas

-Budaya-109 views

Berita Oposisi.co.id

Banyuwangi ,Pada acara Launching “Pasar Wit Witan” di Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kab. Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur Minggu 25/08/2019. Dipajang ragam kuliner khas Banyuwangi yang mana wadah – wadah makanan, alat – alat pendukung, dan kemasan stiril dari bahan plastik.

Yang digunakan bahannya serba dedaunan ( godong – godongan ), beberapa hasil ketrampilan / kerajinan dari bahan – bahan alami kayu – kayuan, bambu, dan tempurung kelapa. Sehingga suasana di “Pasar Wit Witan” yang digagas oleh Camat Singojuruh bekerjasama dengan Pemerintah Desa Alasmalang. Membawa pengunjung dan tamu undangan acara Launching kembali mengenang sejarah kehidupan bangsa tempo dulu.

Selain itu di “Pasar Wit Witan” itu juga memfasilitasi masyarakat dan anak – anak muda kreatif untuk menunjukkan karya – karyanya yang punya nilai ekonomi. Salah satunya yang sempat membuat pengunjung terbelala dan harus mengakui kebesaran Allah / Tuhan Yme. Yaitu pemuda bernama “Lukman” warga Dsn. Wijenan Kidul Ds. Singolatren Kec. Singojuruh. Betapa tidak..? Karena “Lukman” dengan segala kekurangannya ternyata bisa berbuat sesuatu yang layaknya dilakukan oleh manusia normal. Bahkan manusia normalpun harus punya talenta, skil dan keahlian khusus untuk bisa berbuat sama seperti yang “Lukman” lakukan.

“Lukman” sebagai penyandang difabel khususnya pada bagian kedua tangannya itu, mampu torehkan tinta di atas kanvas menjadi sebuah lukisan yang indah. Kondisi fisik “Lukman” yang seperti itu disisi lain mengundang rasa iba yang mendalam, sisi lain mengundang pujian karena punya kelebihan dalam kekurangannya. Tetapi menurut Camat Singojuruh Muhammad Lutfi, S.Sos.,M.Si selain dua sisi tersebut ada satu sisi lain yang paling berharga yaitu ada kesan pendidikan moral.

“Jelas kami beriba melihat kondisi Lukman yang seperti itu mas, juga jujur kami memuji kelebihan Lukman yang difabel bisa melukis sbagus itu dan itulah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. Namun ada sisi lain yang pailng berharga yaitu, sesungguhnya kita secara moral dididik oleh kondisi Lukman yang seperti itu untuk mawas diri dan tidak sombong. Lukman adalah potret yang Allah tunjukkan kepada kita untuk tidak mudah memandang rendah atau merendahkan sesama. Jujur kami yang normal seperti ini ternyata banyak kekurangan dan kelemahan,” ungkap Camat Lutfi begitu mendalam tentang ” Lukman “.

Dikonfirmasi bagaimana pendapatnya sehubungan dengan “Lukman” warganya yang menyandang difabel tersebut, Camat Lutfi menjawabnya.

“Pelukis difabel seperti Lukman warga Singolatren ini perlu diberi wadah atau tempat untuk bisa berapresiasi. Agar karya – karyanya menarik perhatian publik dan bernilai ekonomi mas. Dan tentunya untuk membantu kelangsungan hidupnya lukisannya perlu dibeli. Kami akan pikirkan solusinya untuk itu mas ,” jawabnya.

Secara kebetulan salah satu karya lukisanĀ  “Lukman” dengan jari kakinya adalah lukisan yang menyerupai Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas. Sayangnya Bupati Anas di waktu yang bersamaan ada kegiatan sebagai Ketua APKASI di tempat lain, sehingga berhalangan hadir. Ketika ditanya kenapa melukis wajah seseorang menyerupai Bupati Banyuwangi…?

Katanya, “Saya hanya bangga saja kepada Pak Bupati Anas, saya ungkapkan kebanggaan kepada beliau lewat lukisan ini pak. Tapi saya juga mohon maaf bila saya melukis Pak Bupati tidak pakai jari tangan pakai jari kaki. Karena yang saya bisa hanya menggunakan jari kaki ini Pak, “ ungkap “Lukman” dengn jujur dan ketulusannya.

Sementara Kades Singolatren Apandi berharap “Lukman” warganya bisa mendapatkan perhatian untuk bisa berbuat dan berkarya. Karena menurut Apandi hanya itulah yang bisa “Lukman” perbuat untuk sekadar bertahan hidup. Dan menurut Kades Apandi “Lukman” dengan segala kekurangannya tidak mudah menerima pemberian apapun dari orang lain, tanpa berbuat jasa dulu kepada orang itu. Kecuali pemberian dari orang tuanya itu sudah lumrah dalam hubungan keluarga. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed