oleh

M. Trijanto : Polisi Harus Usut Tuntas Pemalsu Surat KPK Terhadap Bupati Blitar

Blitar Oposisi, _ Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) mengutuk keras adanya pemalsuan surat pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Blitar. Polisi didesak segera membongkar dan mengusut tuntas pembuat surat panggilan KPK palsu itu, karena telah meresahkan para pejabat dan warga Blitar Raya.

Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), Mohammad Trijanto mengatakan, hal ini tidak bisa dibiarkan, karena sudah meresahkan masyarakat. Pihaknya juga mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas permasalahan ini.

“Kita mendesak kepolisian segera menangkap pelaku pemalsuan surat panggilan KPK,” kata Mohamad Trijanto, Sabtu (13/10/2018).

Trijanto optimis, jika kepolisian secepatnya bisa mengungkap kasus pemalsuan surat pemanggilan KPK kepada Bupati Blitar ini.

“Kalau polisi terbukti mampu mengusut tuntas pelaku hoax penganiayaan Ratna Surampaet, tentunya polisi juga bisa segera membongkar hoax melalaui pemalsuan surat panggilan KPK,” tandas Trijanto.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Blitar Rijanto mendapat surat panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan di media sosial (medsos) sempat viral bahwa Bupati Blitar akan dipanggil menghadap penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada hari Senin, 15 Oktober 2018 di gedung KPK Jakarta.

Belakangan diketahui, surat pemanggilan pemeriksaan oleh KPK terhadap Bupati Blitar ternyata palsu. Dugaan ini muncul, setelah tim khusus Pemkab Blitar melakukan klarifikasi dan konfirmasi langsung ke salah satu pejabat KPK.

Hal itu diketahui, ada beberapa unsur yang dinyatakan Pemkab Blitar, jika surat KPK itu diduga palsu, karena ditemukan beberapa kejanggalan. Diantaranya nomor surat, mekanisme pengiriman, tujuan pemanggilan itu untuk penyelidikan atas kasus tersangka siapa tidak ada, serta kop surat juga dianggap salah karena umumnya ada simbol garuda. (Fajar AT)

3Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed