oleh

Managemen Hotel Selamet DiadukanKaryawanya Ke Disnakertans.

-Ekonomi-59 views

Banyuwangi Oposisi.co.id,

Bermula dari adanya pengaduan dari Ahmad Bukhari beralamat Perum Citra Pesona Indah Kertosari dan Tri Dewi Utami Jln. Stasiun Karangasem Banyuwangi. Terkait dirinya sebagai karyawan di salah satu Hotel di Banyuwangi, yang menurut pengakuannya. Pihak Hotel tidak memberikan hak – hak nya selaku tenaga kerja sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan.

Tri Dewi Utami saat dikonfirmasi menuturkan bahwa dirinya hanya gara – gara tidak masuk kerja selama 6 hari lantaran sakit. Tahu – tahu di Putus Hubungan Kerja ( PHK ) secara sepihak oleh pihak Managemen Hotel. Berikut disebut oleh Tri Dewi Utami Hotel di Banyuwangi itu yang dimaksut adalah Hotel Slamet. Diceritakan permasalahan dengan Managemen Hotel Slamet oleh Dewi bahwa gajinya yang ditahan, uang cuti tdak ada, tidak didaftarkan BPJS, tidak terima pesangon dan uang masa kerja. Dewi mengabdi di Hotel Slamet akunya sudah selama kurang lebih 4 sampai 5 tahun masa kerja.

Yang aneh menurut Dewi kalau sakit harus ada keterangan dari dokter yang ditunjuk Managemen dan harus bayar. Surat keterangan dari dokter lain tidak diterima alias karyawan tidak masuk kerja. Sementara rekan Dewi bernama Ahmad Bukhari mengatakan mempermasalahkan kelebihan jam kerja 5 jam tiap hari tidak jelas hitungan gajinya. Gaji yang diterimanya tidak sesuai. Ahmad Bukhari mengundurkan diri jadi karyawan dari Hotel Slamet hanya diberi uang tali asih senilai 1 juta rupiah. Padahal dia mengabdi di Hotel Slamet selama kurang lebih selama 3 tahun masa kerja.

Karena merasa dirugikan oleh Managemen Hotel Slamet, Ahmad Bukhari dan Tri Dewi Utami mengadukan permasalahan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans ) Banyuwangi.

Hal itu dibenarkan oleh Drs. Junaidi Abdilah selaku Mediator Hubungan Industrial Disnakertrans Banyuwangi. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Junaidi membenarkan adanya pengaduan Ahmad Bukhari dan Tri Dewi Utami. Tentang permasalahannya dengan Managemen Hotel Slamet Banyuwangi tempat kerjanya.

” Yang jelas kami respon dan tindak lanjuti pengaduannya mas, dan hari ini para pihak kami undang untuk dilakukan mediasi. Kalau dalam mediasi ini tidak ditemukan penyelesaian maka persoalan akan dilimpahkan ke Pengawas di Surabaya, ” jelasnya.

Ditambahkan oleh Drs. Junaidi bahwa untuk penanganan bisa ditindak lanjuti oleh Pengawas. Pihak korban baik Ahmad Bukhari maupun Tri Dewi Utami atau yang bersangkutan harus melaporkan ke Pengawas. Dalam hal sidang mediasi hari ini dari pihak Managemen Hotel Slamet tidak hadir, menurut Drs. Junaidi akan dilakukan pemanggilan ulang.

Sementara Mulyono yang diketahui selaku Manager Hotel Slamet yang berkedudukan di Jln. Pere Tendean No. 89 Banyuwangi. Dikonfirmasi via WhatsApp ( 081217808xxx ) terkait adanya pengaduan karyawannya, tidak berkenan memberikan keterangan sampai dilansirnya berita ini. Bahkan pada sidang mediasi yang dijadwalkan oleh Disnakertrans Banyuwangi Selasa 23/10/2018 tidak hadir. Sehingga Disnakertrans Banyuwangi harus luncurkan surat panggilan terakhir kepada pihak Hotel Slamet. (rdy35).

1Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed