oleh

MICHAEL : ” Harusnya DPR Yang Hormat Pada Rakyat, Bukan Rakyat Yang Hormat Pada DPR “

Banyuwangi Oposisi.co.id

Sosialisasi dan Pendidikan politik oleh Partai Demokrat kali ini Minggu 17/03/2019 rambah Dsn. Setembel Ds. Gambiran Kec. Gambiran Banyuwangi. Acara yang dikemas dalam tajuk Temu Kangen oleh Caleg DPRD II Kabupaten No. Urut : 2, Emi Wahyuni Dwi Lestari dari Dapil 4 itu. Hadirkan Ketua DPC Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH dan Caleg DPRD I Provinsi Jawa Timur No. Urut : 3, Teddy Anugrianto.

Sebagaimana biasa Sosialisasi dan Pendidikan Politik disampaikan langsung oleh Michael Edy Hariyanto, SH selaku Pimpinan Partai di Banyuwangi. Awali sambutannya berikan sosialisasi terkait pelaksanaan Pemilu yang akan digelar 17 April akan datang. Yang singkatnya himbau masyarakat untuk mensukseskan pesta Demokrasi yang kita sebut Pemilu itu.

Michael Edy Hariyanto. SH berikan pemahaman politik kepada hadirin (warga Gambiran)

Untuk pendidikan politiknya, Michael angkat dua persoalan, yang pertama memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang politik dan Partai politik itu apa di negara berdemokrasi. Yang kedua memberikan pengertian makna atau apa yang dimaksut dari kalimat “wakil rakyat” yang direpresentasi keterwakilan rakyat pada salah satu lembaga tinggi negara yang dikenali dengan sebutan nama Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ).

” Bapak ibu hadirin semuanya, Saya bergabung di Partai politik ingin berbuat untuk menolong rakyat, karena hanya melalui Partai politiklah saya bisa menolong rakyat. Pemahaman saya bahwa politik bisa jadi alat untuk menolong rakyat. Bapak ibu sekalin, sayangnya yang saya ketahui selama perjalanan safari politik turun ke masyarakat beberapa waktu ini, masyarakat banyak yang tidak percaya pada orang – orang politik, apriori terhadap politik, karena tidak memahami apa itu politik. Ada yang mengatakan orang – orang politik itu tidak bisa dipercaya. Kalau mau Pemilu saja datang baik – baik ke masyarakat minta dukungan untuk dipilih. Setelah dipilih dan jadi, lupa katanya. Apalagi sekarang masyarakat sering medengar dan melihat di Televisi kelakuan oknum pejabat dan oknum orang – orang politik yang ditangkap KPK karena melakukan korupsi. Itulah sebabnya masyarakat sudah banyak yang tidak percaya lagi kepada politik, padahal melalui kebijakan politiklah nasib rakyat ditentukan, “ urainya dengan sedikit menyangkannya.

Menjelaskan uraian sebelumnya Michael mengatakan, bahwa semua itu terjadi akibat dari masyarakat tidak peduli politik dan main – main dengan politik. Pada setiap Pemilu masyarakat memilih pejabat atau anggota DPR bukan karena tahu tentang politik tapi hanya karena uang dan iming – iming. Tidak diselidiki dulu siapa dia yang akan dipilihnya, tetapi ketika ada oknum pejabat atau oknum orang politik melakukan korupsi rakyat meyalahkannya. Padahal yang memilih mereka adalah rakyat sendiri kata Michael. Namun Michael tidak juga meyalahkan rakyat kenapa mau memilih karena uang. Karena kata Michael masyarakat tidak tahu apa manfaat politik, tidak mengerti kalau politik itu adalah alat untuk menolong rakyat.

” Saya mengingatkan ya bapak ibu, kalau bapak ibu memilih calon anggota DPR dengan cara meminta uang, sama saja dengan bapak ibu mendukung mereka untuk melakukan korupsi dan mengorbankan masa depan anak cucu sendiri. Bapak ibu harus tahu, karena korupsi rakyat banyak yang miskin, karena korupsi banyak yang tidak bisa melanjutkan sekolah anaknya. Oleh karena itu pilihlah calon yang baik dari Partai apa saja, semua Partai itu baik tujuannya sama yaitu bagaimana membuat rakyat sejahtera. Tidak apa – apa bapak ibu tidak memilih caleg dari Partai Demokrat, saya berbicara di sini tidak mengajak juga tidak memintak bapak ibu harus milih Caleg Demokrat. Tapi kalau tidak ada pilihan lain mari bersama saya dukung dan Pilih Caleg Demokrat, karena Partai Demokrat punya program prioritas yaitu mengentas kemiskinan. Dan saya Ketua Partai Demokrat tahu apa yang diinginkan masyarakat yaitu kesejahteraan, saya juga tahu apa yang harus saya perbuat untuk bisa membuat masyarakat Banyuwangi bisa sejahtera, “ papar Michael.

Lanjut tentag DPR yang berjuluk sebagai “wakil rakyat itu, Michael memberikan pemahaman bahwa DPR¬† itu adalah wakilnya rakyat bukan pimpinannya rakyat. Lebih diperjelas lagi bahwa anggota DPR adalah pembantunya rakyat, bosnya anggota DPR adalah rakyat. Sementara kata Michael, karena masyarakat ada yang menganggap DPR itu pimpinan rakyat. Kalau ketemu anggota DPR masyarakat ada yang sungkan, takut, salah tingkah dan memberi hormat berlebihan.

” Bapak ibu, berikut apa yang dimaksut DPR itu disebut sebagai wakil rakyat ?.. Anggota DPR itu wakilnya rakyat atau lebih jelasnya DPR itu sebagai pembantunya rakyat. Pada Pilieg 17 April nanti njenengan memilih wakilnya rakyat, pembantunya rakyat bukan memilih pimpinan rakyat, Bosnya anggota DPR itu adalah rakyat. Mereka harus mewakili, membantu ambilkan dan mengatur uang rakyat trilyunan di sana dikelola untuk kesejahteraan rakyat. Seharusnya DPR yang hormat kepada rakyat, bukan rakyat yang hormat kepada anggota DPR , “ lontarnya dengan lantang disambut aplouse hadirin.

Jelang akhir sosialisasi dan pendidikan politiknya, Michael persilahkan para Caleg Partainya perkenalkan diri dan menyampaikan visi misinya kepada masyarakat Gambiran. Sekilas Michael berikan kabar gembira kepada masyarakat Gambiran. Bahwa untuk di Dapil 4 tidak disangka – sangka hasil suvey internal, Caleg No. 2, Emi Wahyuni Dwi Lestari surveynya tertinggi dari Caleg lain yaitu 30 %. Bahkan menurut Michael di Dapil 4 Demokrat bisa mengusung 2,3 Calon DPRD. Artinya Caleg dari Demokrat diterima dengan baik oleh masyarkat di Dapil 4, kata Michael.

Michael turun dari panggung saat nyanyikan lagunya Demokrat Kanggo Rakyat.

Mendengar kabar tersebut para pendukung Emi sontak sorak – sorai tak ketulungan. Pungkasi pidatonya Michael lantumkan lagu berjudul “Demokrat Kanggo Rakyat” sebagai ungkapan alasan kenapa dirinya memilih bergabung ke Partai Demokrat. Seperti biasa agar isi syair lagu difahami oleh masyarakat, Michael nyanyikan lagu tersebut memilih turun dari panggung hampiri hadirin di bawah panggung. (rdy35/eta).

8Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed