oleh

Michael Kutip Ungkapan Bung Karno, Didik Dan Bakar Semangat Anak Muda

-Politik-20 views

Banyuwangi Oposisi.co.id

Acara Grebek Kampung Kawan Michael, diselenggarakan oleh JTV bersama Ravi Management di Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi. Bertepatan hari Minggu yang mana 28 Oktober adalah tanggal bersejarah dikumandangkannya Sumpah Pemuda.

Mengingat peristiwa bersejarah dan paling berharga begi kebangkitan bangsa Indonesia masa itu. Michael Edy Hariyanto, SH dalam orasi politiknya dihadapan ribuan masyarakat Desa Patoman memberikan perhatian khusus kepada anak – anak muda. Tertangkap dalam pidatonya Michael Edy Hariyanto, SH Caleg Demokrat untuk DPRD Banyuwangi dari Dapil 2 itu. Mengutip ungkapan Bung Karno ” Beri Aku Sepuluh Pemuda, Niscaya Akan Kuguncang Dunia “.

Sehubungan dari kutipan ungkapan Bung Karno yang disampaikannya tersebut. Michael berikut dalam pidatonya lebih kepada mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian kepada anak – anaknya. Disinggung secara spesifik tentang bagaimana orang tua harus memeperhatikan moral dan pendidikan anaknya. Bahkan Michael pada kesempatan itu menyerukan kepada anak – anak muda. Untuk menghentikan budaya mabuk – mabukan, dan Narkoba. Karena dengan mengkonsumsi minuman keras dan Narkoba saraf bisa putus.

” Di hari Sumpah Pemuda ini saya mengatakan kepada anak – anak muda, tolong hentikan budaya mabuk – mabukan, menkonsumsi minuman keras, dan narkoba Karena itu bisa membuat saraf anda putus sehingga tidak bisa berfikir masa depan dengan baik. Bari bersama – sama saya Michael Ketua Partai Demokrat bangkit memikirkan bagaimana masyarakat bisa hidup sejahtera ” cetus Michael bakar semangat anak -anak muda.

Usai acara sebelum Michael beranjak meninggalkan  lokasi acara, karena awak media ingin mengetahui lebih jauh apa alasan Michael Edy Hariyanto. Begitu menggebu – gebu memberikan perhatian terhadap anak muda dalam pidatonya. Maka awak media meminta Michael untuk memberikan penjelasan kenapa tertarik dengan ungkapan Bung Karno sebagai bahan membakar semangat Pemuda.

” Semoga saya dapat kesempatan untuk menjadi wakil rakyat 2019 nanti, yang jelas saya ingin anak – anak muda Banyuwangi jadi pemuda yang andil dan terlibat dalam pembangunan. Jangan bilang berantas miras, berantas narkoba kalau belum bisa memberikan perhatian dan menempatkan pemuda pada tempat yang semestinya. Coba kalau anak – anak muda kita punya kegiatan dan jelas apa pekerjaannya, pikiran mereka akan fokus pada masa depan. Ingat bahwa negara yang pemudanya rusak moral dan mentalnya, adalah yang paling mudah diprovokasi, disusupi, bahkan dijajah,” ungkap Michael dengan sedikit mimik keprihatinan akan nasib Pemuda.

Dikatakan oleh Michael bahwa Pemuda adalah aset bangsa yang paling berharga dalam sebuah negara. Di tangan pemudalah masa depan bangsa, pemuda adalah elemen penting yang bisa jadi penentu kemajuan dan kehancuran suatu bangsa. Bahkan pemuda bisa merubah peradaban manusia dari masa ke masa. Oleh sebab itu kata Michael, menjadi perlu memberikan perhatian khusus kepada anak – anak muda calon pemegang estafet kepemimpinan di negeri ini.

Ketika ditanya apa yang dikandung maksut atau pengertian dari ungkapan Bung Karno yang mengatakan ” Beri Aku Sepuluh Pemuda, Niscaya Akan Kuguncang Dunia “.

” Sepemahaman saya ungkapan Bung Karno itu memberi pesan moral pada kita semua. Secara kasap mata adalah tidak mungkin hanya sepuluh orang pemuda bisa mengguncang dunia. Tetapi kita bisa tarik pesan moral dari ungkapan itu bahwa yang dimaksut mungkin adalah pemuda yang berpotensi, memiliki visi, tidak diragukan rasa nasionalismenya, wawasan kebangsaannya dan kecintaannya akan tanah airnya. Pemuda yang seperti itulah yang mampu menjawab berbagai tantangan dan tuntutan kemajuan jaman. Artinya akan lebih baik bila ada jutaan pemuda di negeri tercinta ini yang seperti dimaksut Bung Karno dalam ungkapannya, ” paparnya.

Ditambahkan oleh Michael, bahwa dirinya sengaja dalam pidatonya berharap Pemerintah atau pihak yang berkompeten. Dalam memberikan sosialisasi tentang bahayanya minuman keras dan narkoba. Tidak hanya mengundang dan disampaikan kepada tokoh – tokoh masyarakat saja, menurutnya tidak tepat sasaran. Usai acara sosialisasi bubar dan pulang sampai di rumah informasi tidak diteruskan ke lingkungan.

” Sosialisasikan langsung kepada anak – anak muda, jangan hanya pada tokoh masyarakat. Apakah melalui lingkungan pendidikan formal non formal, atau tempat – tempat yang disinyalir jadi kebiasaan anak – anak muda berkumpul. Itu akan lebih efektif dan mengena, atau bila memungkinkan adakan lomba – lomba. Yang orientasinya adalah evaluasi tentang sejauh mana anak – anak muda Banyuwangi memliki jiwa nasionalis, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bersih dari narkoba, ” pungkasnya. ( rdy35 ).

7Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed