oleh

Oknum Kadus Desa Karduluk, Diduga Lakukan Pungli Bantuan PKH

-Daerah-81 views

Sumenep Oposisi.co.id

Praktek Pungutan Liar (Pungli) sering kali terjadi kepada setiap penerima bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah. Hal itu sering kali ditemukan di dalam berbagai program bantuan lain yang berkaitan dengan warga miskin ( Penerima Manfaat ). Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH).

Dikabarkan, Seorang Oknum Kepala Dusun (Kadus) Reng – Perreng Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Diduga telah melakukan praktek Pungutan liar (Pungli) kepada warga miskin yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat.

Pasalnya, setiap Pencairan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Oknum Kepala Dusun Reng – perreng tersebut. Rumornya meminta sejumlah uang kepada warga setempat yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Abdullah dan Yudi Hartono anggota Organisasi masyarakat Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara-JP) PAC Kecamatan Pragaan. Menurut Abdullah, praktek dugaan Pungutan liar (Pungli) yang di lakukan oleh Oknum Kepala Dusun Reng – Pereng kepada warganya yang menerima bantuan PKH itu dilakukan setiap pencairan bantuan PKH.

” Setiap pencairan, Kadus Reng-Perreng meminta uang sebesar Rp 50 ribu kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alasan Rp. 25.000 akan di kasihkan kepada pendamping PKH atas nama Pak T (Inisial) sedangkan Rp. 25.000 lagi akan di kasihkan kepada ketua kelompok PKH, ” kata Abdullah saat berbincang-bincang dengan awak media di sebuah Warkop di daerah Kecamatan Bluto, Jum’at 19/10.

Lebih jauh, pria yang akrabnya dengan sapaan Dulla itu mengungkapkan, bahwa keluarga peserta PKH di dusun Reng- Perreng itu tidak ada satupun yang memegang kartu ATM. Menurut informasi yang saya dapat di lapangan kartu ATM itu di pegang Ketua kelompok PKH. Sehingga ketika pencairan bantuan PKH yang mengambil adalah ketua kelompok PKH dan pak Kadus, ungkapnya.

Yudi Hartono juga menimpali, Hal senada juga dikatakan, bahwasanya oknum Kadus Reng-perreng diduga pernah juga melakukan pemotongan langsung Rp 100.000  kepada salah satu masyarakat penerima KPM (Keluarga Penerima Manfaat), pada saat pencairan bantuan PKH sebesar Rp. 1.000.000,” kata Yudi yang juga bendahara Ormas Bara JP PAC Pragaan menambahkan, Jum’at 19/10/2018).

Sementara disisi lain Kepala dusun (Kadus) Reng-Perreng, H. Zainullah saat di konfirmasi oleh awak media di kediamannya, membantah semua tuduhan yang di lontarkan pada dirinya.

“Apa yang di katakan masyarakat itu hanyalah isu semata, faktanya bukan seperti itu,” kata H. Zainulla, Jum’at (19/10/2018) di kediamannya.

Dikatakan H. Zainulla, sebenarnya yang terjadi itu bukan merupakan Pungutan liar (Pungli) akan tetapi warga saya yang menerima bantuan PKH itu memberikan tanda terima kasih atau tanda jasa kepada ketua kelompok PKH, karena warga saya banyak yang tidak bisa mengambil sendiri, sehingga ketua kelompok yang mengambilkan.”

“Dan itupun tidak semua warga memberikan tanda terima kasih, hanya warga yang tidak layak mendapatkan bantuan PKH itu yang memberikan tanda terima kasih kepada ketua kelompoknya, bukan pada saya,” ngakunya.

“Sebab di dusun Reng-perreng yang mendapatkan bantuan PKH itu mayoritas warga yang cukup mampu,” terang kadus,

Namun setelah ditanya siapa nama Ketua kelompok PKH di dusun Reng-perreng..?
H. Zainullah malah meminta kepada wartawan untuk tidak mengusut persoalan ini lebih jauh lagi.

” Sudahlah, kalo bisa ketua kelompoknya jangan di masukkan dalam kasus ini, kasihan ketua kelompoknya hanya orang tani biasa, selesaikan dengan saya saja gimana enaknya “. ( mrw/har )

16Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed