oleh

Panitia HUT Kemerdekaan RI Ke – 74 Kepundungan Gelar Karnaval

-Budaya-58 views

Berita Oposisi.co.id

Sebentar lagi di Ds. Kepundungan Kec. Srono Kab. Banyuwangi akan ada kegiatan rutin yang dikenal dengan sebutan ” GREBEK SURO “. Namun 2 hari sebelumnya Kamis 29/08/2019 Panitia HUT Kemerdekaan RI Ke – 74 Ds. Kepundungan tuntaskan rangkaian kegiatan Agustusan dengan menggelar Karnaval di desanya.

Menakjubkan, kegiatan Karnaval yang digelar kali ini tak kalah ramai dari tahun – tahun sebelumnya. Antusias masyarakat untuk turut serta memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun ( HUT ) Kemerdekaan Republik Indonesia ( RI ) Ke – 74 luar biasa. Keikutsertaan keluarga besar pendidikan baik tingkat TK/PAUD, dan SD/MI se Ds. Kepundungan dominan sekali. Terik matahari yang begitu menyengat tak menyurutkan semangat peserta Karnaval.

Kepala Desa Tri Marvilla Sukmana, SH  berikut seluruh unsur Pemerintahan Desa Kepundungan RT/RW, Kadus, dan Staf Desa tak ada yang ketinggalan tampil berkostum layaknya peserta yang lain. Sedikit menarik barisan kehormatan dari unsur Pemerintahan Desa membawa bendera merah putih ukuran raksasa dengan ukuran 3 x 17 meter. Namun barisan unsur Pemerintahan Desa sedikit diuntungkan karena setidaknya terlindung dari terik matahari oleh bendera merah putih yang separo difungsikan untuk payung.

Kepala Desa Tri Marvilla Sukmana, SH Kepundungan didampingi sang suami tercintanya tampil berada pada barisan terdepan berdiri di atas kendaraan Jeep, semangati masyarakatnya. Ragam kostum dan tampilan atraksi seni budaya oleh peserta Karnaval cukup jadi tontonan menarik dan memanjakan mata. Meski tidak mewah dipandang mata ada satu barisan yang mana kostumnya terbuat dari limbah kertas dan plastik. Entah pesan apa yang dibawanya, apakah pesan moral tentang kebersihan lingkungan atau pesan pemanfaatan limbah sampah.

Sementara terdengar narasi dari salah satu peserta melalui pengeras suara (Sound System). Kalimat yang terus – menerus menyerukan agar masyarakat Ds. Kepundungan tetap guyub rukun bersatu dan tidak cerai berai. Dikatakannya berbeda pendapat adalah hal biasa, tetapi jangan karena perbedaan itu Desa Kepundungan pecah tercerai berai.

Lantaran kegiatan Karnaval tersebut untuk sementara waktu jalan raya jalur Pekulo menuju Srono dalam pengendalian petugas Linmas, Kepolisian Sektor Srono dan unusus TNI Koramil Srono. Tak ayal bila sedikit terjadi kemacetan karena memang membeludaknya masyarakat di sepanjang rute menyaksikan Karnaval. (rdy35/ktb).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed