oleh

Pembangunan Tower Di Kelurahan Pelem Ngawi Diduga Curang Dan Salahi Aturan

Ngawi Oposisi, – Banyak aduan aduan warga dari sekitar pembangunan tower yang berada di Kelurahan Pelem kec. Ngawi Kab. Ngawi, dugaan memanipulasi data persetujuan warga yang berada di sekitar tower. Saat wartawan oposisi melakukan  konfirmasi dan melihat proyek pembangunan tower menayakan pada nama PT selaku penyedia jasa kontruksi pembangunannya. Namun di sayangkan warga yang kerja tidak tahu apa nama jasa kontruksinya (25/09/18).

Pekerjaan tetep berjalan walau belum mendapat persetujuan warga sekitar

“ rencana tower ini dengan ketinggian kurang lebih 30 M, dan di pergunakan untuk tower BTS Telkomsel ”, Jelas salah satu pekerja.  Pembangunan tower yang berada di daerah pemukiman warga Jl Mongunsidi   RT12/RW 03 Kel, Pelem kec/kab Ngawi. Dan warga sekitar yang bersentuhan langsung dan terimbas bangunan juga tidak ada persetujuan.

Sementara informasi yang diterima OPOSISI dari  pemerintah kelurahan Pelem bahwa dari seluruh warga yang berada pada radius yang ditentukan  sudah menyetujui dan menandatangani. “ Saya sudah memerintahkan pegawai untuk melakukan pengecekan kebenaran dari data – data yang di ajukan ke Kelurahan. Dan dari keterangan Ketua Rukun Tetangga tidak ada masalah. Bahkan dari pihak kecamatan juga sudah melakukan pengecekan sebelum menyetujui proposal dari desa. Jadi mendasar data – data itulah desa dan kecamatan berani memberikan persetujuan”.jelas kepala Kelurahan.

Terkait dengan persoalan tersebut, Dinas yang membidangi melalui Budiono mengatakan bahwa  bila ada persoalan yang menyangkut warga yang kurang sependapat sebaiknya di adakan komunikasi secara kekeluargaan. “ Dari data yang masuk ke kantor kami  sebenarnya sudah mencukupi untuk dikeluarkannya ijin. Namun bila masih ditemukan warga yang masih dalam radius terdampak  ada yang belum setuju sebaiknya dikomunikasikan dulu”.tegas Budiono.

Namun dari penelusuran informasi di lapangan ditemukan fakta yang  justru berlawanan. Dari beberapa warga yang masuk radius dari menara masih ada yang belum membubuhkan tanda tangan untuk persetujuan pendirian menara. “ Kalo semua yang masuk dalam radius terdampak sudah tanda tangan itu info yang tidak benar. Lahan saya kebetulan berada tepat di sebelah dari tempat pembangunan tower dan saya belum pernah membubuhkan tanda tangan. Begitu juga dengan kakak dan menantu saya, mereka juga belum membubuhkan tanda tangan”. Terang Sri Pujiastuti pemilik lahan yang tepat berada di sebelah barat tempat pembangunan tower. Dan penbangunan tower yang berada di lahan Bambang Sumantri di kelurahan Pelem.

“Melihat dari fenomena mendasar fakta di lapangan tentu ada yang perlu di perta yakan terkait dikeluarkanya ijin pembangunan tower tersebut. Apalagi  bila mengacu pada Surat Keputusan Bersama ( SKB ) No 18 tahun 2009 tentang “ Pedoman Pembangunan Dan Penggunaan Bersama Menara Telekumunikasi “ Pasal 11 no 2 huruf G “.

Aduan warga langsung mendapat respon dari LBH Korak Cabang ngawi. “ Setelah kami adakan klarifikasi di lapangan ternyata tidak ada persetujuan dari warga yang terimbas dari efek menara”. Jelas Dito SH ketua LBH Korak Cabang Ngawi.

“ Kami akan klarifikasi administrasi legalitas pendirian tower dikarenakan tidak ada persetujuan dari warga area tower, dan diduga melanggar SKB No 18 tahun 2009 tentang “ Pedoman Pembangunan Dan Penggunaan Bersama Menara Telekumunikasi “ Pasal 11 no 2 huruf G”. Imbuhnya. (bb/rys)

6Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed