oleh

Penanganan Lemot, Bawaslu Sumenep Dikepung Warga

Sumenep beritaoposisi.co.id – Hari ke-2 dibulan Ramadhan, ratusan warga yang tergabung dalam Elemen masyasrakat dimotori oleh Gerakan rakyat indonesia bersatu ( LSM Garis ) Supardi Spd. beserta team 16, dibantu oleh Samhaji dan Bambang Supratman yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) meliputi Kecamatan Bluto, Lenteng, Gili Genting, Saronggi, hari ini mengepung kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep. Rabu 8 Mei 2019.

Aksi demo yang dilakukan oleh gabungan elemen masyarakat adalah Buntut dari lambannya penanganan yang dilakukan oleh Bawaslu kabupaten Sumenep atas kasus operasi tangkap tangan ( OTT ) terhadap 5 timses caleg 07 dapil 2 dari partai Gerindra.

Dalam Pantauan media dilapangan, ratusan massa datang ke Kantor Bawaslu di jalan KH. Mansur Sumenep, sekitar pukul 09.30 WIB, dengan membentangkan foto 5 Tim Sukses (Timses) dan barang bukti foto stiker Caleg 07 Dapil 2 dari partai Gerindra atas nama Holik, S.Pd.I yang di staples dengan uang 50 ribuan.

Dalam aksinya masyarakat meminta Bawaslu Sumenep segera mengusut tuntas kasus Politik Uang (Money Politic) yang dilakukan oleh 5 Timses yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polisi Sektor (Polsek) Saronggi beserta Forpimka Kecamatan Seronggi pada malam hari H Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 kemarin.

“Sampai saat ini tidak ada tindakan yang jelas yang ditangani oleh Bawaslu Kabupaten Sumenep, tidak ada tindak lanjut, kami meminta Undang-undang harus diberlakukan,” teriak Supardi Korlap Aksi. Rabu (08/5).

Bahkan Massa meminta Bawaslu segera mengeluarkan surat Rekomendasi kepada Centra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut kepada 5 timses tersebut.

Warga mengepung Bawaslu Sumenep

“Tidak ada alasan lagi bagi bawaslu untuk tidak segera menuntaskan kasus ini, tunggu apalagi, semuanya sudah jelas, yang menangkap pihak petugas kepolisian, dan PANWASCAM sudah menyatakan bahwa kasus tersebut sudah memenuhi unsur pidana pemilu, Saya minta terbitkan rekom, manakala rekom hari ini tidak terbitkan oleh Bawaslu, maka kami akan duduki kantor Bawaslu,” tegas Korlap Aksi.

Selain itu, Massa juga meminta agar Caleg 07 Dapil 2 dari partai Gerindra tersebut agar didiskulifikasi dari peserta Pemilu Caleg DPRD Kabupaten Sumenep.

“Disana sini melakukan politik uang dan itu sudah cukup bukti. Kami meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi Caleg tersebut. Kami tidak akan pulang ketika belum ada kejelasan dan kepastian dari Bawaslu,” pintanya.

Sementara menurut Ketua Komisioner Bawaslu Sumenep, Anwar Noris mengatakan pihaknya sudah memproses kasus tersebut sesuai dengan regulasi Pemilu.

“Mereka kan menanyakan hasil, hasilnya kan belum selesai, hari ini kita akan mengadakan rapat pleno dengan Gakkumdu, nantinya barulah akan diputuskan apakah itu masuk unsur pidana apa tidak,” ujar Noris usai aksi demontrasi selesai. ( Mrw )

 

 

#penangkapan money politik,

#bawaslu sumenep,

#caleg diskualifikasi

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed