oleh

Penari GANDRUNG SMAN TRASANDA Anak Seorang Tukang Batu, Tampil Di Jakarta

Banyuwangi Oposisi.co.id

Bila Allah / Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak mau angkat dan turunkan derajad seseorang di muka bumi ini, tidak satupun bisa menghadang. Begitulah yang terjadi pada siswi SMAN Taruna Santri Darussholah ( TRASANDA ) Singojuruh bernama TRI NINDYA KURNIA Kelas X.

Allah / Tuhan Yang Maha Esa angkat derajad TRI NINDYA KURNIA melalui talenta yang dimilikinya sebagai Penari Gandrung. TRI NINDYA KURNIA yang ternyata dikaetahui hanya anak dari seorang pekerja bangunan ( Tukang Batu ) atas kuasa-Nya unjuk kebolehan menarinya di Jakarta.

Sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah SMAN TRASANDA Mochammad Rifai Minggu 03/03/2019, bahwa gadis Kelas X ini mewakil diantara penari gandrung ke Jakarta. Dalam rangka pengambilan Anugerah Penghargaan Banyuwangi sebagai Kabupaten pengembang seni tradisonal terbaik Nasional. Putri seorang Tukang Batu yang tinggal di Desa Balak Kec. Songgon ini, terpilih sebagai tim penari karena memiliki talenta gerak tari yang bagus.

Imam Ahudiat, S.E., S.Pd. selaku pembina dan sekaligus pelatih ekstrakurikuler tari tradisonal SMAN TRASANDA mengakui, kalau gadis bernama panggilan TRIA ini memiliki talenta memadai dalam gerak dan perform tari tradisional khususnya seni tari Gandrung. Dan Banyuwangi sangat pantas mendapatkan perhatian dan apresiasi dari para pihak, karena stakeholder Seni Budaya Tradisonal Kabupaten yang berjuluk The Sun Rise of Java. Begitu semangat antusias mengembangkan dan memasarkan seni budaya tradisional Banyuwangi hingga viral menasional bahkan go internasional.

Salah satunya akhir – akhir ini masuk dalam catatan pemegang rekor MURI Gebyar 1000 Gandrung di Pantai Boom, yang digelar setiap tahun oleh Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan ( Disparbud ) Pemkab Banyuwangi. Hak tersebut tidak hanya menarik perhatian publik domestik, beberapa tamu asing dari embassy berduyun-duyun menyaksikan aksi aktraktif kegiatan festival gandrung sewu, serta sajian lain yang unik tentang Banyuwangi.

Sekalipun TRIA diasuh oleh keluarga yang hidupnya pas-pasan, memiliki cukup nyali dan rasa percaya diri yang kuat saat bersama teman-teman sebayanya dalam mengembangkan diri di luar kegiatan akademiknya. Kasek Mochammad Rifai, menguatkan tentang keberadaan TRIA yang kondisi ekonomi keluarganya kurang memadai itu. Tetapi dukungannya terhadap kelangsungan pendidikan putrinya sangat bagus. Sebagai bentuk empati, kembali Kasek Mochammad Rifai memberikan kebijakan khusus yaitu meringankan biaya pendidikannya.

SMAN TRASANDA, sebagai sekolah Nasional senantiasa mengembangkan secara terbuka dan melayani apa yang menjadi kebutuhan pengembangan diri para siswa santri. Inclusivism diambil oleh manajemen sekolah selaras dengan spirite membangan culture pendidikan yang demokratis sepanjang praktiknya tidak ‘tabrakan’ dengan nilai-nilai keagamaan. Pluralism siswa santri dari berbagai latar sosial, ekonomi dan keragaman lainnya harus terbina sebagai khazanah sekolah terbuka, education for all. (rdy35)

Suber info : Humas TRASANDA

17Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed