oleh

PENERAPAN HASIL WORKSHOP TEATER TERSELIP PUISI SINDIRAN UNTUK PARA KORUPTOR

BANYUWANGI Oposisi.co.id

Acara yang di selenggarakan oleh Theatre Kampus UNTAG BWI atau UKM (unit kegiatan mahasiswa) THEATRE BHINNEKA’45 ini berisikan Puisi sindiran untuk para Koruptor itu di bacakan oleh SANDI PUTRA H, Minggu 18-11-2018, bertempat di HORE CAFE Banyuwangi,
“Puisi yang berjudul “MEREKA PALING ANTI” itu sangat pedas untuk para Koruptor, “mengingat sekarang adalah tahun politik jadi kita harus hati-hati dalam memilih calon mas” ungkap sandi

“MEREKA PALING ANTI “
Cita citaku ingin di atas sana.
Kini cita citaku sudah berada diatas sana.
Dan aku, paling anti kalau tidak sadar…
Akuuu paling anti kalau semua kebutuhanku tidak terpenuhi.

Akuuu, paling anti tidak berperikemanusiaan.
Tapi kini, semua berubah drastis semudah mengedipkan kelopak mataaaaa…..
Dengan adanya Uang Negara di kantong kasat mataku.,,,
Adanya perusahaan2 besar di pihakku,,,
Aku bisa memporak porandakan sistem semauku.
Aku bisa menghancurkan negara se enakku.

Aku bisa membungkam bahkan membunuh apapun dan siapapun dg dingin se sadis sadisnya.
Aku bisa merajai pembohongan dan pembodohan di semua rana.
Aku bisa merencanakan kelicikan juga kepicikanku yang terselubung.
Aku bisa menggerogoti semua nyawa makhluk dari dalam tanah yang subur makmur ini.

Dan pastinya,,
Sanak sodaraku bisa semena mena…ku perlakukan dan ku masukkan dg se surga surganya di dunia ini,
Yang tak seorangpun mengetahui.
Itu karena semua daya di pihakku dan kumiliki.

Tapi,,,aku sadar itu karena apa?
Karena aku yang hilang kebijaksanaaku.
Karena aku yang hilang ke arifanku.
Karena aku yang hilang berbudi luhurku.
Karena aku yang hilang perikemanusianku.
Karena aku yang hilang mata hati nuraniku.
Karena aku yang hilang ketuhananku.
Em…
Tapi, aku adalah merrreeeka yang di atas sanaaa.
Aku adalah merrreeeka yang paling anti anti anti itu”

Begitulah isi dari puisi tersebut

Acara ini juga di ramaikan oleh komunitas pecinta sejarah Belambangan, komunitas seni Kampus, dan Sekolah. Para Budayawan serta Sastrawan senior yang berdomisili di Banyuwangi.

Menurut penyampaian Evri┬áliana selaku ketua UKM Theatre Bhinneka’45 Untag Banyuwangi, ” Theatre itu bukan hanya milik kampus, tapi juga buat Masyarakat, Dengan berkesenian Theatre secara otomatis orang akan selalu berinteraksi sosial, Harus peka terhadap politik agar tidak di tunggangi orang yang memiliki tendensi tidak benar, dengan Bertheatre kita bisa mempelajari sejarah jika proses pertunjukan membawakan naskah-naskah lama, dengan Theatre kita tahu sejarah, interaksi sosial, politik, dan bisa berfikir lebih…” kata Evri

Dan Menurut Anwari selaku pengisi workshop metode Theatre,..” theater itu gak perlu nunggu ada art space seperti taman terakota jiwa jawa, untuk bisa pentas, jalananpun sebenarnya bisa di pakai untuk pertunjukan…” tutur Anwari

“Kedepanya kami Team Cafe Hore akan mengadakan acara – acara keren seperti ini tiap bulanya, tepatnya pertengahan bulan” ujar robin dan faris slaku owner cafe hore

Harapanya, seniman jangan melulu memperdebatkan tentang seni komersil, Ada ruang-ruang dimana harus berkarya secara idealis walaupun tak di bayar,Ada ruang-ruang dimana seniman juga hatus menuntut hak Secara komersil, Dan kedepanya semoga seniman Theatre di Banyuwangi bisa merambah ke segala bidang untuk bekerja sama. (tim)

6Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed