oleh

Pengelola Wisata Bulu Indah Akui Keterbatasan Tenaga & Fasilitas

-Daerah-49 views

Banyuwangi Oposisi.co.id

Sehubungan dengan kejadian meninggalnya seorang anak usia 7 tahun kerena tenggelam di wisata Pemandian Bulu Indah Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon Banyuwangi. Awak media gali informasi pada para pihak termasuk kepada Bambang Suriyanto alias Nanang selaku yang dipercaya kelola lokasi wisata tersebut.

Sebelumnya pada Rabu 21/11/2018 datangi Kantor Desa Sumberbulu karena ada rumor tempat wisata tersebut dikelola oleh Bumdes. Pelaksana Harian Pemerintahan Desa Sumberbulu (Nyoto) saat dikonfirmasi memberikan keterangan kalau wisata Bulu Indah dikelola masyarakat dan ketuanya adalah Bambang Suriyanto alias Nanang mantan Ketua BPD. Ketika ditanya sejauh mana Pemerintah Desa keterlibatannya dalam pengelolaan tempat wisata Bulu Indah dan ijin – ijinnya. PLH (Nyoto) tidak secara detail memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Sementara Sarengat mantan Kades yang baru purna tugas beberapa hari yang lalu. Dikonfirmasi mengatakan lokasi wisata tersebut dikelola oleh perorangan. Dikatakan pula tidak ada ijinnya, dan beberapa kali diajak koordinasi agar pengelolaannya lebih baik dan ditangani Bumdes. Bambang Suriyanto alias Nanang keberatan bila lokasi wisata Bulu Indah dikelola oleh Desa atau Bumdes. Kontribusinya ke Desapun tidak jelas sejak dirinya menjabat sampai sekarang Desa kurang lebih diberi Rp. 800.000 kata Sarengat mantan Kades Sumberbulu itu.

Hal senada disampaikan oleh Agus Ketua Bumdes saat dtemui di kediamannya. Semula memang lokasi wisata tersebut oleh Pemerintah Desa dikelolakan ke Bumdes. Dengan harapan lokasi wisasta Bulu Indah dikelola secara profesional dan memenuhi fasilitasnya. Agus membenarkan ada pemasukan ke Desa dititipkan melalui Bumdes senilai Rp. 800.000. Ketika ditanya terkait ijin pengelolaan wisata, Agus menjawab sama dengan Sarengat mantan Kades yaitu tidak ada ijinnya. Agus menambahkan bahwa sebenarnya Wisata Bulu Indah unitnya masuk di Bumdes tetapi pengurusnya tidak mau lokasi itu dikelola Bundes. Masih kata Agus, Bundes tidak berani investasi karena lokasi pemandian yang dikelola milik Pengairan.

Budiyanto yang akunya selaku pendamping Desa juga tokoh masyarakat mengatakan kasihan dengan adanya kejadian yang menimpa pengunjung. Budiyanto berharap harus ditata ulang managemennya karena menurutnya amburadul. Itu milik negara dikelola siapa harus jelas, pengelolanya harus berbadan hukum, katanya.

Bambang Suriyanto alias Nanang dikonfirmasi saat usai dari rumah korban pertama menyampaikan permohonan maaf atas kejadian meninggalnya pengunjung di lokasi wisata pemandian yang dikelolanya. Juga minta maaf atas keterbatasan tenaga dan fasilitas wisata Bulu Indah. Diakui bahwa lokasi yang dikelolanya adalah TKD yang digunakan untuk lahan parkir dan warung – warung. Sementara kolam yang untuk pemandian diakui milik Pengairan.

Ketika ditanya bagaimana ikatan atau transaksi pemanfaatan lokasi TKD, sistem sewa atau bagi hasil dengan Desa. Bambang Suriyanto alias Nanang mengaku ada kontribusi ke Desa dalam bentuk prosentase. Ketika ditanya bagaimana tentang ijin pengelolaan tempat wisata tersebut, dijawabnya namun lempar tanggung jawab bahwa ijinnya urusan Pemerintah Desa.

Sebelumnya pantauan media di rumah korban Bambang Suriyanto alias Nanang meminta maaf kepada keluarga korban dan memberikan tali asih. Secara lisan keluarga korban melalui perwakilannya mengatakan tidak akan menuntut pengelola wisata. Secara tertulis keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi oleh Kepolisian. Namun persoalan pengelolaan usaha wisata yang diduga ilegal dan menyebakan meninggalnya pengunjung karena tenggelam masih menjadi pertanyaan publik. Akibat peristiwa tersebut terlihat di lokasi wisata pemandian Bulu Indah dipasang Police Line oleh Polsek Songgon. (rdy35).

12Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed