oleh

Oknum PPK Selingkuhi Oknum PPS, Dilaporkan Ke KPUD

Banyuwangi Oposisi,

Kata pepatah ” Sedalam – dalamnya mengubur bangkai, suatu saat akan ketahuan juga karena baunya “. Itulah yang terjadi seorang oknum Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di wilayah Banyuwangi. Yang mana sang Ketua PPKĀ  dilaporkan oleh istrinya sendiri bernama IRM, lantaran ketahuan perselingkuhannya dengan wanita lain.

Hal tersebut diketahui dari laporan IRM yang dialamatkan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyuwangi. Dalam laporannya diceritakan kronologis asmara suaminya dengan seorang janda wanita simpanannya secara rinci. Disebutkan pula bahwa wanita selingkuhannya adalah seorang janda yang kebetulan bawahannya sebagai oknum Panitia Pemungutan Suara ( PPS ) di salah satu Desa di Kecamatan di Banyuwangi inisial ” AK “.

Sekilas terkutip dari laporannya awal kejadian diketahui suaminya yaitu berawal dari IRM yang dikaruniai dua orang anak itu. Merasa curiga dengan gelagat suaminya, yang mulai berubah tidak seperti biasanya. Semenjak suaminya menjadi ketua PPK perubahan sikapnya terhadap anak istrinya nampak jelas. Suatu ketika IRM mendapat kabar bahwa suaminya menjalin hubungan khusus dengan wanita inisial ” AK ” petugas PPS tersebut.

Memastikan kebenaran kabar perselingkuhan tersebut, dalam laporannya diceritakan bahwa IRM nekad pertanyakan hal tersebut kepada suaminya. Bak kesambar petir disiang bolong, setelah mendengar pengakuan jujur dari suaminya. Yang mana menurut IRMĀ  suaminya mengakui adanya hubungan asmara dengan wanita janda inisial ” AK “.

Untuk memastikan hal tersebut awak media konfirmasi kepada IRM via selulernya ( WhatsApp ) dan IRM mengatakan,

” Saya sangat kecewa kepada atasannya, karena tugas PPK suami saya main WIL dengan bawahannya PPS. Harapan saya mestinya atasannya harus mengawasi dan melakukan pembinaan meninjau ulang tugas mereka, ” ungkap IRM melalui WhatsApp nya Senin 28/5/2018.

Demi keutuhan rumah tangganya dalam hal ini IRM melaporkan suaminya kepada KPUD Banyuwangi selaku atasannya. Yang mana karena diduga telah menyalahgunakan kapasitas / jabatan PPK nya. Sebagai sarana dan kesempatan untuk memudahkan menjalin asmaranya dengan wanita lain bawahannya yang bertugas sebagai Petuaga PPS.

Ketika ditanya apa yang diharapkan dari Ketua KPUD Banyuwangi dari pelaporannya tersebut, IRM menyampaikan, ” harapan saya, mengambil langkah tegas dan menyelamatkan keluarga saya, ” pungkasnya.

Sementara Ketua KPUD Banyuwangi Syansul Arifin ketika dikonfirmasi terkait adanya laporan tersebut, melalui pesan singkat ( WhatsApp) menjawab, ” segera kita panggil mas “, tegasnya Minggu 27/5/2018.

Ketika ditanya apa kira – kira sangsi yang akan diberikan kepada suami IRM inisial NH selaku PPK ? Ketua KPUD Banyuwangi Syamsul Arifin menjawab, ” dipanggil dulu mas, para pihak diklarifikasi, ” jawabnya. Dan sampai ditayangkannya berita ini suami IRM inisial NH atau terlapor belum diperoleh konfirmasinya. (rdy35).

10Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed