oleh

Pra TMMD 102, Ciptakan Kota Masuk Desa Wedusan

Probolinggo Oposisi , – Dulu jalan mau ke desa Wedusan medan jalannya seperti mau berpetualang karena akses jalan yang belum terbangun dan hanya seperti jalan setapak.

Waktu terus bergulir dan menapaki hari ketujuh belas dalam persiapan TMMD 102, Seringnya menuju kecamatan Tiris diwaktu-waktu sebelumnya bukan berarti menjadi sesuatu yang lumrah dan menetapkan hati menjadi mudah menuju ke sana, khususnya ke Desa Wedusan.

Bukan hal yang mudah menuju ke sana. Tidaklah teramat sulit sesulit seperti wilayah yang ada di luar Jawa.

Jalan sudah ada namun setapak. Bentuk permukaan jalan yang berkelok dan tidak rata dengan tanah gemburnya menjadi tantangan tersendiri. Mungkin bagi suka hobby berpetualang dengan motor sambil menikmati kondisi alam yang alami maka tempat ini bisa dijadikan salah satu alternatif.

Adalah salah satu alasan Kecamatan Tiris dengan desanya adalah Wedusan dipilih sebagai sasaran tempat TMMD.

Koordinasi lewat Perwira Penghubung Kodim 0820/Probolinggo, Mayor Arh Ciptadi intens mendatangi perangkat desa dan kecamatan dan mengkomunikasikannya dengan instansi terkait pemerintah daerah.

Akses jalan sudah terbangun seperti kota

Saat ini, jalan itu dalam pengerjaan yang sudah rampung 510 meter. Yang terpikirkan adalah terbangunnya sarana jalan yang dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses ke tempat-tempat sesuai dengan kebutuhannya.

Utamanya adalah semakin cepatnya perputaran ekonomi masyarakat sehingga ada yang dapat ditingkatkan dari kesejahteraan masyarakat. Hal lainnya, dari sisi keamanan.

Dengan dilebarkan dan dibuat “mulus” ruas jalan maka hambatan atas perjalanan semakin kecil. Bila tumbuh rasa aman, secara bersamaan pun tumbuh kenyamanan sehingga tidak kenal waktu masyarakat dapat hilir mudik.

Alasan lainnya adalah, dengan kondisi nyata saat ini, seakan ada keengganan masyarakat berinteraksi keluar dari “kampung halamannya”. Dengan kemudahan akses jalan dan semakin tingginya kontak dengan orang lain dan harapan memiliki latar belakang yang berbeda maka secara langsung atau tidak langsung ada proses belajar dan pengisian pemahaman untuk bergerak lebih maju.

Tidak bisa dipungkiri sebagai keumuman dari fitrahnya manusia seperti yang dikatakan Abraham Maslow tentang pemenuhan kebutuhan diri yang secara bertahap pemenuhan akan kebutuhan sandangg dam pangan dan berikutnya papan.

Akan diikuti oleh keinginan pemenuhan rasa aman dan berlanjut akan pendidikan serta prestise.

Selebihnya, warga Desa Wedusan memiliki hak yang sama untuk maju dan berkembang setara dengan masyarakat lainnya. Dan, ketertinggalan bukan menjadi alasan pula untuk surut. Semangat dan bercita-citalah warga Desa Wedusan. Kami, Prajurit Kodim 0820/Probolinggo hanya sebagai penggugah dan pendorong. Kesejahteraan dan kemajuan ada digenggaman anda (anis)

4Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed