oleh

Proses Hukum Terkait Bocah Kecil Meninggal Tertimpa Cabang Pohon, Masih Berlangsung Intens

Banyuwangi Oposisi.co.id

Proses hukum terkait peristiwa meninggalnya seorang bocah pengunjung wisata Pemandian Pancoran Rogojampi Banyuwangi karena tertimpa cabang pohon. Masih dalam proses penanganannya oleh Polsek Rogojampi. Dan beberapa pihak yang diduga mengetahui peristiwa saat itu sudah dimintai keterangan sebagai saksi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setya Budi, SH saat dikonfirmasi.

” Kita sudah memeriksa beberapa saksi untuk itu, akan tetapi untuk memeriksa orang tua korban kita belum maksimal. Kalau saksi – saksi yang motong kemudian saksi – saksi yang mengangkat dan yang membawa ke Rumah Sakit sudah. Semua saksi ada sekitar lima, enam orang, “ ucapnya Rabu 2/1/2019.

Dijelaskan bahwa untuk memintai keterangan dari orang tua korban belum bisa maksimal lantaran saat didatangi dan dimintai keterangannya. Kondisi orang tua korban masih trauma kepikiran akan peristiwa yang menimpa anaknya. Sedangkan ibu korban masih nunggu anaknya yang kecil ( adik almarhum ) di rumah sakit Dr. soebandi Jember.

Dikonfirmasi apakah pihak Kepolisian sudah menemukan atau ada indikasi telah terjadi kelalaian oleh pihak Pengelola Wisata. Kapolsek Rogojampi AKP Agung memberikan penjelasan kepada awak media. Untuk masalah ada indikasi telah terjadi kelalaian atau tidak, nanti akan dibuktikan melalui pemeriksaan saksi ahli. Menurutnya akan didatangkan saksi ahli dari dinas terkait. Lalu terkait Perijinan diperoleh informasi dari Camat Rogojampi bahwa perijinanya sudah dikopikan untuk Camat, sedangkan untuk yang ke Polsek belum. Dikatakan pula bahwa pihak Pengelola Usaha masih belum dilakukan pemeriksaan.

Kapolsek mengaku telah memberikan himbauan melalui beberapa anggota yang selalu siap siaga di titik – titik tempat wisata. Agar melalui fasilitas pengeras suara woro – woro kepada para pengunjung untuk selalu berhati – hati dan lakukan pengawasan kepada anggota keluarganya yang ikut.

Kapolsek berharap kepada pihak pengelola harus lebih aktip melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana yang ada di area wisatanya. Guna antisipasi hal – hal yang tidak diinginkan. Dan kepada pihak pengelola jika ada musibah agar selalu komunikasi termasuk informasinya kepada rekan rekan media. Hal itu dimaksutkan agar tidak timbul pemikiran dan penafsiran lain. Karena kalau tidak Justru akan menjadikan momok jika tidak mau menemui. Karena Wartawan pun juga Profesional dan punya kode etik, kata Kapolsek.

Diakui oleh Kapolsek dari saat kejadian sampai sekarang masih belum pernah bertatap muka dengan pemilik wisata. Namun pihak pengelola usaha melalui yang namanya Riaman memyampaikan kepada kapolsek. Bahwa pihak pengelola bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa korban. Diakhir keteranganya Kapolsek menyampaikan.

” Apabila nanti sudah dilakukan pemeriksaan kepada saksi ahli maka kita akan memanggil pemilik wisata dari hasil itu baru bisa kita Gelar (press realise), “ pungkasnya. (eta/rdy35).

19Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed