oleh

Proyek Tidak Sesuai Pengajuan, Warga Telemung Protes Ke Dinas PU Binamarga

Banyuwangi Oposisi.co.id

Pantaun awak media dihalaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Cipta Karya Dan Penataan Ruang Banyuwangi. Ada beberapa orang sedang serius membahas sesuatu setelah keluar dari ruangan kantor Dinas PU. Penasaran dengan keseriusannya awak media hampiri dan menanyakan persoalan apa yang sedang dibahasnya.

Salah satu dari mereka bernama Atrayu mengatakan bahwa dia dan rekan – rekannya datang ke Kantor Dinas PU. Dalam rangka pertemuan dengan petugas PU yang membidanginya sehubungan dengan ada pengerjaan proyek yang tidak sesuai pengajuan hasil Musrenbangdes.

Lebih jauh lagi Atrayu mewakili rekan – rekannya menyampaikan. Sebenarnya memang dari hasil Musrenbangdes mengajukan jalan poros di desanya dihotmic. Tapi kalau memang seumpama ada peraturan baru katanya terkait pemiliharaan tingkat kerusakannya 70 % dialihkan oleh PU ke Pavingisasi.

“Cuma sebelum ada pelaksanaan mestinya itu Kaur Pembangunan ( Pak Samsul ) memberitahu kepada saya. Bahwa sebelum  PU melaksanakan pekerjaan kan harus sowan atau pamit tanyakan dulu apakah yang diajukan hotmic dialihkan ke Paving diterima atau tidak. Kepala Desa tidak menerima sebelum mengumpulkan warga. Ternyatan mengumpulkan warga belum dilaksanakan tahu – tahu sudah datang barang dan dilaksanakan pekerjaannya, ” kata Atrayu yang mengaku selaku koordinator mewakili warga.

Lanjutnya bahwa setelah pekerjaan Paving berjalan kira – kira mencapai sepanjang 20 m di stop, karena warga sebagian ada yang setuju dan sebagian ada yang tidak setuju. Alasan kenapa jalan poros tidak di Paving dijelaskan bahwa kelemahan – kelemahan Paving itu ada kalau dipasang di jalan poros. Kalau dari segi kwalitas Paving bagus K300 atau sama dengan 3C kata Atrayu. Namun yang disoal bukan kwalitas Paving. Persoalannya menurut Atrayu di Desa Telemung curah hujan tinggi khawatir Paving cepat ambrol dan cepet goyang.

Karena distop kata Atrayu PU lalu memerintahkan buat berita acara kepada perwakilan warga yang tidak setuju. Wargapun laksanakan permintaan PU, tetapi sebelum berita acara selesai dan warga belum dikumpulkan lagi. Ternyata pekerjaan Paving dilanjutkan lagi oleh PU. Hal tersebut yang disesalkan oleh Atrayu dan rekan – rekannya.

Saat ditanya apa isi berita acara yang dibuat oleh warga. Menurut Atrayu isi berita acara bukan penolakan proyek.

“Isi berita acara bukan menolak proyek Pavingisasi, melainkan proyek tetap diterima hanya minta dialihkan di tempat lain saja. Namun sepertinya pihak PU tetap memaksakan untuk melanjutkan pekerjaan pasang Paving di jalan poros itu, makanya warga datang ke PU mas, ” pungkasnya.

Kades Telemung ketika dikonfirmasi kepada awak media menuturkan bahwa dirinya juga datang ke PU bersama warga dan Camat Kalipuro. Jelasnya bahwa yang datang ke Kantor PU kali ini warga yang setuju juga yang tidak setuju. Intinya menurut Kades Telemung kedatangannya bersama warganya cari solusi terbaiknya. Karena kata Kades tidak mungkin proyek itu ditolak alias eman – eman istilahnya.

Sampai dilansirnya berita ini pihak PU yang terkait masih belum diperoleh konfirmasinya, mengingat situasinya tidak memungkinkan untuk dikonfirmasi. Namun sekilas dibenarkan oleh salah satu pegawai PU bahwa baru saja ada warga Desa Telemung dan Kadesnya membahas masalah proyek Paving. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed