oleh

PTSL Desa Mojorayung Madiun Bertarif 400 Ribu

Madiun beritaoposisi.co.id, _ PTSL Kabupaten Madiun mayoritas bertarif 400 ribu, namun ada sebagian kecil desa masih bertarif 150 ribu. Entah brantah aturan mana yang dipakai hingga menimbulkan tarif yang berbeda.

Sesuai SKB 3 Mentri untuk wilayah Jawa Bali di angka 150, namun setelah ada SE Gubernur pemerintah desa membuat perdes dengan mengundang beberapa unsur yudikatif yang terkesan mengamini.

Seperti halnya di desa Mojorayung Kec. Wungu Kab. Madiun mendapatkan 1000 bidang lebih untuk PTSL.

Saat di konfirmasi awak media menemui kades Mojorayung Widodo mengungkapakan, ” ini sudah sesuai kesepakatan pemohon PTSL untuk tarif 400 ribu, masalah legal penetapan tarif sesuai MoU bupati Madiun dengan pihak Yudikatif dan BPN Madiun”, tegas Kades Widodo

Dengan tarif 400 beralasan sudah di perdeskan berimplementasi dari SE Gubernur Jatim.

Namun masih ada desa yang bertarif 150 ribu sesuai SKB 3 Mentri juga bisa berjalan dan cukup. Dengan tarif 400 ribu diduga adanya pembengkaan kebutuhan.

“kalau 150 ribu kurang mas….buat beli ini beli itu” , imbuh Kades.

Sesuai hasil investigasi mayoritas pembayaran PTSL di kab Madiun bertarif 400 ribu.

PTSL di Madiun mendapatkan apresiasi dari beberapa LSM untuk menindak lanjuti dan mempertanyakan dasar hukumnya untuk tarif 400 ribu.

“PTSL itu ya 150 ribu.. sesuai SKB 3 Mentri bukan beedasarkan SE Gubernur, karena SE itu bukan produk hukum. Di Indonesia itu kalau ada hukum di atasnya ya yang berlalu lebih tinggi, dan sangat di sayangkan desa membuat perdes mengenai pungutan PTSL berimplementasi dari MoU Bupati,” ujar Sekretaris DPW LSM Elang Putih Jatim.

“LSM Elang Putih akan menindaklanjuti ke Kejaksaan Tinggi jatim terkait pungutan PTSL 400 ribu”, imbuh Sekretaris DPWLSM Elang Putih Jatim. (pra)

 

#ptsl 400 ribu

#desa mojorayung

#skb 3 mentri

141Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed