oleh

Renovasi Pasar Lenteng Tuai Masalah, Bara Jp Sumenep Angkat Bicara

Sumenep Oposisi –

Belum Pupus ingatan Publik terkait dengan polemik renovasi Pasar Lenteng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang dikeluhkan oleh sejumlah pedagang di pasar tersebut beberapa pekan lalu. Keluhan itu datang karena sebelum dilakukan pembokaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sumenep, diduga tidak melakukan Sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga membuat pedagang mengeluh karena merasa dirugikan dengan kebijakan dengan cara melakukan pembongkaran bangunan secara dadakan tanpa pemberitahuan jauh sebelumnya.

Menanggapi Polemik persoalan ini Ketua DPC Bara JP (Barisan Relawan Jalan Perubahan) Kabupaten Sumenep, Agus Junaidi angkat bicara. Menurut Agus Junaidi setelah pihaknya membaca dan mengamati pemberitaan di media patut diduga kalau Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumenep hanya mencari aman.

“Kalau saya amati dari pemberitaan di media Dinas terkait hanya mencari aman dan mau cuci tangan perihal renovasi dan relokasi pasar lenteng yang ramai di media karena dikeluhkan sejumlah pedagang dipasar tersebut,” kata Agus Junaidi, saat berada dikawasan Pasar Bangkal dengan tim awak media , Sabtu (13/10/2018).

Masih kata dia terkait Polemik renovasi pasar lenteng tersebut tidak mungkin terjadi polemik kalau dinilai tidak ada masalah dibawah.

“Logikanya kan begini mas, kan tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, sama dengan persoalan pasar lenteng ini, tidak mungkin pedagang mengeluh kalau tidak merasa dirugikan dengan pihak dinas terkait,” ujarnya.

Semestinya kata Agus, sebelum dilakukan pembokaran dinas terkait melalui pejabatnya yang kompeten melakukan sosialisasi terlebih dahalu.

“Sebelum bangunan tempat para pedagang tersebut dibongkar lakukan dulu sosialisasi, kumpulkan para pedagang, buat pemahaman kepada para pedagang, dan sosialiasi itu tidak cukup dengan waktu yang sangat singkat, karena mereka (pedagang.red) juga butuh persiapan yang matang.”

“Jadi alangkah baiknya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumenep ini jangan sok benar dan sok mengatakan tidak ada masalah perihal persoalan di pasar lenteng, karena bagaimanapun sudah jelas-jelas pedagang disana (pasar lenteng.red) mengeluh, selain itu konon katanya mereka juga mengeluarkan uang dari kantong pribadinya untuk membuat kios sementara, tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Proyek renovasi Pasar Lenteng di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mulai dikeluhkan padagang setempat. Pasalnya, Pihak pengelola pasar memberi tahu sehari setelah dilakukan pembongkaran oleh pihak pelaksana. Akibatnya sejumlah pedagang dibuat kelimpungan serta kebingungan untuk memindahkan barang dagangannya dan segala sesuatu sarana pindah. Dengan kurangnya sosialisasi membuat pedagang kalang kabut untuk mempersiapkan pindah. Dan pihak Pemda Sumenep tidak menyediakan tempat sementara buat pedagang, dengan modal biaya sendiri pedagang melakukan pindah.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Kadis Perindag Sumenep, Drs. Syaiful Bahri M.Si. Dia mengatakan bahwa, setiap Disperindag itu ada kegiatan misalnya seperti renovasi pasar. Sosialisasinya kepada para pedagang itu tidak harus di lakukan seperti  “dikota” dengan cara mengadakan rapat lalu pihak pengelola pasar mengumumkan kepada semua para pedagang kalau pasar akan direnovasi.

” Jadi sosialisasi itu bermacam-macam, bisa melalui media atau memasang banner, pemberitahuan kepada perorangan itu juga merupakan suatu bentuk sosialisasi, jangan kemudian kita beranggapan sosialisasi itu harus mengadakan rapat, tidak harus begitu, ” ucapnya menambahkan,

Terkait masalah tempat penampungan sementara (TPS) bagi para pedagang, pihaknya mengaku memang tidak menyediakan dana untuk membangun sebuah tempat sementara bagi para pedagang. Karena memang tidak ada DPAK, kita hanya menyediakan lahannya saja untuk penampungan sementara bagi para pedagang,

Disisi lain, kepala UPT pasar mengaku dapat pemberitahuan dari kontraktor pelaksana kalau bangunan mau dibongkar, Saya beritahukan para pedagang untuk melakukan pengosongan sebelum dimulainya  pembongkaran bangunan oleh kontraktor pelaksana, jadi memang benar saya umumkan sabtu sampai hari senin sudah harus kosong tapi sebelumnya Sudah saya informasikan kalau pasar akan direnovasi,  Saya dan pengelola pasar mengumumkan kepada pedagang pasar untuk mengosongkan kios kios paling lambat hari senin karena bangunan akan digusur oleh kontraktor pelaksana proyek. ( Mrw )

87Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed