oleh

Sambut Rangkaian HUT TNI Ke 74 Subdenpom V/3-3 Banyuwangi Gelar Ops gaktib

Banyuwangi. Beritaoposisi.co.id.

Disiplin dan meningkatkan kinerja prajurit TNI, Polisi Militer Subdenpom V/3-3 Banyuwangi menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) Kamis, 19/09/2019

Petugas Polisi Militer dari Subdenpom V/3-3 Banyuwangi memeriksa kelengkapan surat kendaraan anggota TNI serta PNS TNI saat dilakukan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) yang meliputi pemeriksaan atribut militer dan kendaraan beserta kelengkapannya itu sebagai upaya untuk menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran serta perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh prajurit TNI.

Operasi Gaktib yang digelar oleh Subdenpom V/3-3 Banyuwangi tersebut dipusatkan di Jalan Kepiting Kelurahan Sobo Banyuwangi, adapun sasarannya adalah kelengkapan surat kendaraan, serta penyalahgunaan atribut TNI yang dipakai warga sipil.

Dansubdenpom V/3-3 Banyuwangi Kapten Cpm Budi priyanto menuturkan,

“Kami dari Subdenpom V/3-3 Banyuwangi melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi surat identitas, kelengkapan kendaraan, serta dalam razia tersebut bukan hanya anggota militer saja yang diperiksa namun kendaraan sipil yang menggunakan atribut atau stiker militer/TNI tidak luput dari pemeriksaan aparat.” jelasnya

Masih kata Dansubdenpom V/3-3, “Untuk pemeriksaan terhadap kendaraan orang sipil, dilakukan pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan, seperti SIM, STNK, dan helm, Operasi ini dilakukan la
dengan kreatif dan inofatif serta mengembangkan pendekatan hukum melalui pendekatan Budaya serta nilai-nilai kearifan lokal dan ini sebagai rangkain HUT TNI Ke 74 Tahun 2019.” tambahnya

Tentunya dengan adanya kegiatan ini
tersebut, maka akan menekan dan mencegah terjadinya pelanggaran melawan hukum. Karena itu, Operasi Gaktib dalam rangka menjelang peringatan HUT ke-74 TNI adalah untuk mewujudkan prajurit TNI-AD yang profesional, Solid, Militan bersama Rakyat TNI Kuat, Bukan hanya mencegat anggota TNI, Polisi Militer itu juga merazia kendaraan roda dua dan roda empat milik warga sipil yang ditempeli stiker kesatuan TNI, Jika ada warga sipil yang menggunakan atribut TNI maka akan disuruh untuk melepaskan dan hanya boleh diambil oleh anggota TNI. Tindakan penyitaan dari warga sipil dimaksudkan untuk menjaga citra TNI di masyarakat.(Khotib/Pendim0825)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed