oleh

Sanksi Tegas Bagi Pengelola Rumah Kost Yang Tidak Taat Pajak Retrebusi

Sumenep beritaposisi.co.id – Ditahun 2019 Badan pengelolaan pendapatan keuangan dan aset daerah ( BPPKAD ) berusaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak perhotelan dan rumah kost dan tidak akan segan segan untuk memberikan sanksi tegas bagi para pengusaha rumah kost yang tidak tertib dalam membayar pajak.

Pernyataan tersebut di sampaikan langsung oleh PLT kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten SumenepĀ  H. Imam Sukandi saat ditemui media di ruang kerjanya baru baru ini.

H Imam mengatakan, pada tahun 2018 yang lalu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak Perhotelan sebesar 27 miliyard dan dicapai 31 miliyard.

“Namun meskipun target pencapaian PAD dari sektor pajak perhotelan secara akumulatif pada tahun 2018 sudah mencapai target, tapi pencapaian tersebut masih belum memuaskan.” Ungkap H. Imam SukandiĀ 

Dikatakan H. Imam.pada tahun 2018 kemarin penerimaan pendapatan pajak dari usaha rumah kost yang merupakan salah satu komponen dari Penerimaan Pendapatan Pajak Perhotelan masih belum maksimal.

“Dari sekitar 70 pengusaha rumah kost, yang aktif membayar pajak hanya 40 pengusaha rumah kost yang aktif dalam membayar pajak, belum lagi data pengusaha rumah kost yang ada Dinas Perizinan, konon katanya data pengusaha rumah kost yang ada dinas perizinan itu sekitar 270 rumah kost, tapi yang masuk ke kami (BPPKAD Sumenep.red) sampai detik ini hanya sekitar 70 rumah kost”. Lanjut beliau.

Oleh sebab itu apabila pada tahun 2019 ini para pengusaha rumah kost yang tidak tertib membayar masih tetap mangkir ketika di lakukan penagihan untuk membayar pajak, maka kami (BPPKAD Sumenep) akan memberikan sangsi kepada para pengusaha rumah kost tersebut sesuai dengan apa yang ada di peraturan daerah (Perda) kita.

“Karena di peraturan daerah (Perda) kita itu ada sangsi, siapapun pengusaha yang mangkir istilahnya tidak tertib dalam membayar pajak itu bisa diberikan sangsi, mungkin kita juga akan bekerja sama dengan pihak kejaksaan negeri (Kejari) Sumenep supaya para pengusaha yang tidak tertib membayar pajak bisa sadar dalam membayar pajak,” ujarnya.

“Akan Tetapi kami selaku pengelola keuangan di daerah Kabupaten Sumenep mengharap tidak sampai bentroklah pengusaha dengan beberapa aparat yang ada, oleh karena itu kami di BPPKAD Sumenep) akan melakukan pendekatan secara persuasif dulu sebelum melakukan tindakan yang lebih jauh. Tutupnya. ( Mrw )

 

#bppkad sumenep

#h imam sukandi

#rumah kost nakal

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed