oleh

Sengsarakan Pedagang, Ternyata Kepala UPT Pasar Bikin Aturan Sendiri

Sumenep Oposisi , – Nampaknya UPT pasar Lenteng mulai Resah terkait relokasi pedagang setempat yang dituding minimnya sosialisasi serta secara dadakan mengumumkan kepada sejumlah pedagang untuk mengosongkan kios.

Bahkan dia tidak terima apabila pelaksanaan proyek renovasi pasar Lenteng kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep yang akan direnovasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di nilai sudah merugikan sejumlah pedagang di pasar Lenteng.

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh (Purnomo) UPT pasar Lenteng atau yang sekarang berganti nama (Kordinator), kepada wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Madura (AJM) saat di konfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, (kamis 27-09-2018).

Dia mengatakan, tidak ada satupun
pedagang yang merasa di rugikan walaupun harus mengeluarkan uang pribadi untuk membangun sebuah warung di los yang lahannya sudah di sediakan oleh pihak pengelola pasar Lenteng, Jika ada pedagang yang merasa di rugikan, silahkan bawa ke hadapan saya, tiap hari saya di kantor. Katanya ( meminta dipertemukan ),

Menurut Purnomo, meskipun pihak pengelola pasar tidak menyediakan tempat yang layak (warung) bagi para pedagang itu tidak masalah karena tidak berbenturan dengan aturan.

“Secara aturan boleh, itu hanya sebagai tempat penampungan sementara bagi para pedagang sampai renovasi pasar selesai. ucapnya.

“Anggaran untuk membangun sebuah tempat yang layak (warung) itu tidak ada, karena itu bukan permanen, seandainya permanen pasti kita pikirkan. Imbuhnya

Selain itu Purnomo juga mengakui jika pihaknya memang memberikan perintah kepada kepala pasar Lenteng (Rasid) untuk mengintruksikan kepada para pedagang supaya mengosongkan tokonya paling lambat dua hari.

“Betul, memang malam Sabtunya saya memanggil pak Rasid, supaya mengumumkan kepada para pedagang untuk mengosongkan kiosnya paling lambat hari Senin. Tutupnya.

Dibertakan sebelumnya, Proyek renovasi pasar Lenteng di kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mulai dikeluhkan padagang setempat. Pasalnya, Pihak pengelola pasar memberi tahu sehari setelah dilakukan pembongkaran oleh pihak pelaksana.

Akibatnya sejumlah pedagang dibuat kelimpungan serta kebingungan untuk memindahkan barang dagangannya dan segala sesuatu sarana pindah. Dengan kurangnya sosialisasi membuat pedagang kalang kabut untuk mempersiapkan pindah. Dan pihak Pemda Sumenep tidak menyediakan tempat sementara buat pedagang, dengan modal biaya sendiri pedagang melakukan pindah. ( har/mrw)

1Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed