oleh

Seorang Nenek Disambar Kereta “KAHURIPAN”

Tulungagung Oposisi,  – Seorang pejalan kaki tewas ditempat setelah disambar kereta api yang sedang melintas, Selasa (01/1/19), siang. Korban diketahui bernama Komsiyah ( 58 ) warga Desa Sumberjati Kec. kademangan Kab. Blitar.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban berjalan kaki, tepatnya di jembatan Kereta Api, Dusun Jajar Desa Rejotangan Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulunggagung. Saat bersamaan, melintas sebuah Kerata Api Kahuripan Jurusan ( Blitar – Bandung), lalu korban tersambar dan anggota tubuhnya (kepala) terlindas.

” Kepalanya sampai pecah dan menempel di atas rel”, kata Catur (40), warga setempat saat menyaksikan kejadian tersebut.

Ditanya, siapa nama dan asal korban dari mana, pihaknya mengaku tidak mengetaui, “tidak kenal saya, mungkin bukan warga sini”, imbuh Catur.

Sementara saksi lain , Juwari (60), saat diwawancarai usai kejadian tadi siang menceritakan sebelum terjadinya kecelakaan, korban berjalan di perlintasan kereta api Nguri dari arah utara menuju ke arah selatan.

Ketika perlintasan menyala dan berbunyi tanda kereta api akan lewat, lebih lanjut saksi mengatakan, korban terlihat turun satu langkah ke kanan dari Rel Kereta Api. Korban pun terlihat tertabrak kerata api.

” Setelah kereta api lewat, terlihat korban tergeletak dengan kepala bersimbah darah di atas rel kerata. Kemudian kereta api berhenti di stasiun Rejotangan kemudian melanjutkan perjalanan”, terangnya.

Sementara itu, Paur Humas Polres Tulungagung Bripka Indro Purnomo, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.

Menurutnya, berdasar penyelidikan sementara, dari keterangan sejumlah saksi dan olah TKP, diduga korban megalami gangguan jiwa dan hendak melakukan tindakan bunuh diri.

” Saat ini, korban di bawa ke RSUD Dr Iskak, untuk di visum, ” jelasnya (Ctr/pra)

10Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed