oleh

Sepak Terjang Serda Ahmad Nursuim Babinsa Kodim 0820/15 Pajarakan

Probolinggo Oposisi,  _ Tidak akan pernah menghentikan pekerjaan yang telah diawali selama semuanya belum sempurna. Sebagai gambaran awal dalam pendampingan pertanian.

Hal yang logis karena sebagian besar masyarakat kita yang agraris mengandalkan kehidupan dari sektor pertanian. Sarana prasarana, bibit, pupuk, alat pertanian hingga sistem pengairannya. Juga menjadi tumpuan bagi suatu bangsa akan kuat melangkah ke bidang lainnya bila pengadaan pangan sudah tercukupi.

Saling membantu satu sama yang lain

Seperti kali ini adalah perbaikan dalam sisi pengairan. Pola pendampingan Babinsa dalam pengerjaan program pemerintah untuk terus bisa meningkatkan produksi pertanian khususnya padi dan jagung. Pengerjaan yang mendapat perhatian diakhir tahun ini adalah irigasi di Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo (08/12/18).

Adalah Serda Ahmad Nursuim yang keseharian sebagai Babinsa Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo Berdasarkan program dari dinas pertanian untuk mengerjakan irigasi yang berada di wilayah binaannya. Irigasi tersebut bukanlah baru namun kondisi awal yang kurang maksimal maka dilakukan perbaikan.

Kita ini punya kewajiban sebagai pendampingan dalam setiap kegiatan pertanian, suka tidak suka sudah menjadi pekerjaan, ucap Serda Ahmad Nursuim. Pekerjaan ini bukanlah untuk menjadi pengawas namun pekerjaan ini harus menjadi tuntas sesuai dengan rencana.

“Malah kita ini bisa-bisa turut dalam pengerjaan perbaikan irigasi ini”, tambahnya. Setidaknya keberadaan Babinsa dalam pendampingan pertanian bisa meringankan pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Ucap anggota Kapten Inf Mattali tersebut. (Anis)

8Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed