oleh

Serius Kawal & Amankan Budaya Banyuwangi, ARB Dirikan Posko Relawan

-Budaya-50 views

Banyuwangi Oposisi.co.id.

Ramai di media beberapa waktu lalu terkait rumor adanya oknum dari sekelompok masyarakat yang mepersoalkan rencana pelaksanaan Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi. Yang mana oknum dari sekelompok masyarakat tersebut,  dalam pernyataannya yang sudah beredar di medsos, menolak kegiatan Festival Gandrung Sewu dilaksanakan.

Namun sepertinya pernyataan oknum dari  sekelompok masyarakat yang merasa tidak sepakat Festival Gandrung Sewu dilaksanakan di Pantai Boom tersebut. Mengundang reaksi keras dari banyak kalangan yang tidak sejalan dengan pernyataan oknum dari sekelompok masyarakat tersebut.

Dan sebagai bentuk keseriusan Aliansi Rakyat Banyuwangi ( ARB ) yang mendukung pelaksanaan Festival Gandrung Sewu tetap dilaksanakan. Mendirikan Pos Komando ( Posko ) yang dimaksutkan turut mengawal dan mengamankan jalannya kegiatan Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom.

Ketua ARB H. Eko Sukartono ketika dikonfirmasi terkait pemasangan banner yang bertuliskan Posko Relawan dengan hiasan kalimat “KADHUNG GANDRUNG RIKO TUNDHUNG, TEKO PARAN PRUJUKANE” dan kalimat “URIP RIKO HANG DADI TOTOANE”.

“Inisiatif berdirinya Posko se mata – mata semangat kawan..hanya ingin menunjukan bahwa masyarakat khususnya Banyuwangi cinta akan budayanya. Lebih serius lagi jangan ganggu budaya – budaya tradisional yang ada di Banyuwangi diganggu apalagi sampek dihilangkan, jelas pasti akan dilawan mas,..” ungkap Tokoh Aktivis senior tanah Belambangan itu Kamis 18/10/2018.

Lebih lanjut tentang apa maksud dan makna tulisan “KADUNG GANDRUNG RIKO TUNDHUNG, TEKO PARAN PRUJUKANE dan kalimat URIP RIKO HANG DADI TOTOANE ” yang tertulis pada banner. Awak  media belum memperoleh penjelasan dari Aliansi Rakyat Banyuwangi ( ARB ). (rdy35).

10Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed