oleh

Siswa Sudah Lolos PNS, Gurunya Tetap Honorer

Maluku Tengah Oposisi, – Rosina Naranlele (48) tahun berharap ada kebijakan pemerintah terhadap nasib dia dan rekan-rekannya, 1.088 orang pegawai negeri sipil jalur honorer kategori dua (K2) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Rosina tercatat sudah 15 tahun sebagai guru honor di SMA Yosudarso Masohi. Namun, harapan menjadi pegawai negeri sipil belum berpihak kepadanya.

Sekalipun, dengan honor tergantung kebijakan lembaga pendidikan. Di sekolah itu, Rosina mengawali pengabdian dengan honor sebesar Rp 150 perbulan, kini naik Rp 300 ribu.

“Saya jalani tugas utama sebagai pendidik. Banyak anak-anak didik saya yang sudah berhasil bahkan jadi PNS,” ujarnya kepada oposisi Sabtu (17/11).

Rosina mengaku kecewa saat pemerintah pusat menetapkan kuota kategori dua berjumlah dua orang. Pekan kemarin, Rosina bersama ribuan tenaga honor berunjuk rasa di kantor DPRD dan Kantor Bupati Maluku Tengah.

Mereka menuntut DPRD dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, membijaki nasib mereka. “Tentu kecewa karena kebijakan kuota honor K2 tidak sebanding dengan jumlah tenaga honor di Pemda Maluku Tengah,” kesal dia.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maluku Tengah Sitti H. Soumena mengatakan, penetapan kuota merupakan kewenangan BKN dan Kemenpan.

“Daerah tidak diberi kewenangan menetapkan kuota, kami hanya mengusulkan dan disetujui dua orang,” paparnya.

Dan banyak siswa siswinya yang sudah ASN melalui jalur rekrutmen kemarin.(pra)

7Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed