oleh

SOSIALISASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK SAPI DINAS PERTANIAN KABUPATEN NGAWI

Beritaoposisi.co.id Ngawi, – Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2019 yang digelontorkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi digunakan untuk pembinaan dan pelatihan keterampilan  bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui sosialisasi manajemen pemeliharaan ternak sapi jerami dan suplemen makanan pemeliharaan ternak sapi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Marsudi.

“Pelatihan  yang di ikuti kelompok tani MERDI LESTARI di Desa Keras kulon Kecamatan Gerih, DBHCHT Tahun 2019 benar-benar digunakan untuk memberi bantuan sapi kepada Kelompok Tani Sapi yang tersebar di 19 kecamatan secara bergantian, bantuan sarana produksi dan bermacam-macam pelatihan,” jelasnya.

Indah Alasta Dewi Kepala Bidang Peternakan Dinas pertanian  Kabupaten Ngawi, menambahkan, para anggota kelompok tani diberi pelatihan pembuatan fermentasi jerami, karena jerami padi merupakan limbah pertanian yang tersedia dalam jumlah cukup banyak, mudah diperoleh dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi dan kambing.

Pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui sosialisasi manajemen pemeliharaan ternak

“Jerami ini agar mempunyai nilai gizi untuk ternak harus melalui proses fermentasi dengan menambahkan bahan yang mengandung mikroba proteolitik, lignotik, selulitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik (strabio, starbioplus, probion). Hal ini akan menambah nafsu makan ternak, sehingga menambah bobot sapi yang dipelihara. Selain itu para anggota kelompok tani juga dilatih cara membuat suplemen makanan yang dikenal dengan Pil Dokoh. Pil Dokoh ini merupakan ramuan ekstrak herbal. (yun/red)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed