oleh

” STANTING ” Jadi Prioritas Musdes Glagah Probolinggo

Probolinggo Oposisi, _ (02/02/19) “Stanting” merupakan keadaan sosial yang terjadi karena pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal dari seseorang anak. Hal tersebut di karenakan kekurangan gizi yang akut baik saat di dalam kandungan maupun saat balita. Fisiknya kerdil, daya pikir yang lamban dan lainnya.

Penjelasan kasi kesra kecamatan, Iswanto, saat musyawarah desa Glagah kecamatan Pakuniran kabupaten Probolinggo, bahwa program “stanting” merupakan Instruksi Bupati No. 5 pada tanggal 31 desember 2018. Intruksi Bupati Probolinggo tentang pemanfaatan dana desa untuk pencegahan kasus stanting.

Mengingat kabupaten berada di peringkat ke 3 dari bawah daerah termiskin se jawa timur. Juga menjelaskan bahwa pembangunan desa selain infrastruktur, pembangunan SDM dan SDA sangat penting. Bayangkan jika semua warganya banyak yang tidak normal, apa bisa cepat membangun?

Pemerintah hadir untuk menangani hal tersebut. Untuk desa Glagah, jumlah penderita stanting sebanyak 17 orang pada tahun 2018. Dan dengan upaya inovasi bidan desa, jumlah panderita turun sebanyak 3 orang. Di harapkan dengan adanya dana tambahan dari APBDes, mampu menjangkau penyembuhan yang lebih optimal lagi baik bagi ibu hamil (bumil) maupun bagi yang balita.

Para camat di wajibkan untuk tiap tahun harus ada 2 posyandu mandiri di masing-masing desa di wilayah kerjanya. Sementara itu di desa Glagah ada 8 posyandu dan sudah 2 posyandu yang mandiri.

Indikator keberhasilan desa ada 2 hal, yakni minimnya kematian ibu hamil dan bayi lahir serta lunas pajak.

Kemudian indeks pembangunan manusia (IPM) ada 3 hal, yaitu daya beli, pendidikan dan kesehatan. (agg)

5Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed