oleh

Tabuhan Soren Ngerandu Surupe Serngenge, Punya Daya Tarik Luar Biasa

Berita Oposisi.co.id

BANYUWANGI (Singojuruh)- Sebagaimana pemberitaan media sebelunya, Pemerintah Kecamatan dalam hal ini Camat Singojuruh Muhammad Lutfi, MSi bersama Pemerintah Desa Singojuruh. Menggagas kegiatan bernuansa hiburan masyarakat yang diberi sebutan unik yaitu “Tabuhan Soren Ngerandu Surupe Serngenge”.

Pada kegiatan tersebut sengaja ditampilkan kesenian khas Bayuwangi ” Gandrung ” dengan selingan ” Tarian Daerah “. Sebagai bentuk penghormatan kepada seniman legendaris Banyuwangi di bidang seni ” Gandrung “, sengaja menampilkan ” Poniti ” Maestro Gandrung Banyuwangi di masanya. Liak – liuk suara emas Gandrung Poniti yang sudah usia lanjut itu, ternyata masih mampu menghipnotis siapapun yang mendengarnya.

Gandrung legendaris Poniti (Photo: rdy35)

Kenapa harus kesenian ” Gadrung ” yang ditampilkan sebagai suguhan hiburan pada acara ” Tabuhan Soren ” ? Jawabnya ternyata karena memang di Singojuruh tepatnya di Dsn. Juruh telah ditemukan makam ” Gandrung Lanang ” pertama yang dikenal dengan nama ” Marzan “. Sosok yang lebih populer dengan sebutan nama ” Mbah Marzan ” itu menurut cerita rakyat adalah penari Gandrung Lanang di masa penjajahan Belanda.

Tak hanya itu ternyata acara ” Tabuhan Soren ” diadakan dimaksutkan memberi kesempatan kepada ibu – ibu yang punya keahlian olahan jajanan khas Banyuwangi. Untuk mengais penghasilan dengan menjual jajanan olahannya di lokasi acara. Seperti yang pernah disampaikan oleh Camat Lutfi sebelumnya, bahwa acara ” Tabuhan Soren ” selain sebagai hiburan rakyat juga untuk pemberdayaan terutama bagi kaum ibu – ibu yang menambah penghasilan keluarganya.

Benar adanya, tak pelak terlihat seorang ibu – ibu penjual Cenil dan Getuk di salah satu tempat, kuwalahan melayani masyarakat yang hendak membelinya. Tabuhan Soren dibilang punya daya tarik luar biasa karena selain antusias kehadiran warga sekitar. Ternyata tak sedikit warga luar desa yang kebetulan melintas berhenti sejenak menikmati hiburan ” Gadrung dan Tari Daerah “. Bahkan ada tamu kehormatan jauh – jauh sengaja datang hanya karena keingintahuannya.

Susi

Mengetahui hal itu awak media samperi dan mengkonfirmasi seorang perempuan bernama Susi yang baru usai ” Paju Gandrung ” bersama penari. Waoo….ternyata perempuan bernama Susi ini adalah teman Camat Lutfi yang bertugas di Kodam. Kepada awak media mengaku dirinya sengaja datang ingin tahu langsung ” Tabuhan Soren ” yang diketahuinya dari medsos itu. Susi yang memang asal kelahiran asli Banyuwangi itu, mengetahui acara ” Tabuhan Soren ” di medsos jadi teringat tanah kelahiran dan akhirnya sempatkan diri datang ke Singojuruh.

“Alhamdulillah saya sangat bangga, ternyata masyarakat tanpa harus susah payah bisa menikmati hiburan seperti ini. Saya kagum sekali akan kesadaran masyarakatnya, karena tanpa kesadaran masyarakatnya yang tinggi mustahil kegiatan seperti ini terlaksana. Apresisasi sekali pada Pak Camatnya yang kebetulan teman saya mampu membangun kesadaran masyarakatnya dan masih mencintai seni budaya peninggalan leluhurnya,” tutur Susi saat dikonfirmasi sambil sedikit terengah – engah karena baru usai ikut joget bersam penari Gabdrung itu.

Susi menganggap acara ” Tabuha Soren ” gagasan Camat Lutfi dan Sahuni Kades Singojuruh itu sangat luar bisa.

“Ini sangat luar biasa, generasi mudanya luar biasa. Saya dulu ketika seumur mereka belum bisa apa – apa. Tapi mereka ini sudah punya kemampuan memainkan musik dan seni tari gadrung dengan baik itu luar biasa sekali. Saya yakin dari apa yang saya ketahui ini Pemerintahnya baik dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, sampai tingkat Desa pasti luar biasa. Sekali lagi hanya satu kata dari saya, sangat luar biasa,” pungkas Susi.

Subari Sofyan

Diujung acara jelang terbenamnya matahari atau ” surupe serngenge “ istilah Banyuwangiannya. Tampil seorang penari kawakan yang juga seniman Banyuwangi bernama Subari Sofyan. Subari Sofyan sengaja tampil sebagai ilustrasi dari penari Gandrung Lanang ” Mbah Marzan ” dengan membawakan gending yang konon katanya gending kesukaan Gandrung Lanang Mbah Marzan berjudul Kembang Abang. Bersamaan dengan tenggelamnya matahari acara ” Tabuhan Soren ” pun usai. ( Rdy35/eta).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed