oleh

Takut Boroknya Terbongkar, Kepala UPT KPH 5 Labura Akui Belum Tau Peristiwa Pengeroyokan Wartawan

Labura Oposisi, _ Mungkin Takut Boroknya Terbongkar, Kepala UPT KPH 5 Labura Amsar Syahril diduga berusaha untuk melindungi Anggota agar tidak terkait hukum atas Tindakan Pengeroyokan Wartawan Harian Kriminal Khoirul Faisal Dolok Saribu (38) di Desa Hatapang Kecamatan Na IX – X Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) oleh 4 (Empat) orang Preman Sewaan PT Labuhan Batu Indah (LBI) pada Sabtu (29/9/18) lalu, dengan mengakui bahwa dirinya sama sekali belum mengetahui Kejadian Pengeroyokan Wartawan tersebut

Hal itu dikatakan oleh Kepala UPT PKH 5 Kabupaten Labura Amsar Syahril kepada Wartawan saat dikonfirmasi, Senin (1/10/2018), perihal kronologi kejadian, dimana tindakan Brutal Pengeroyokan tersebut terjadi dihadapan Pegawai Dinas Kehutanan Kabupaten Labura dan Provinsi Sumatera Utara.

Dengan nada enteng, Amsar mengatakan, belum mengetahui kabar tersebut karena Tim Dinas Kehutanan yang berangkat ke Hatapang, beserta Gakum (Kementrian Kehutanan), Bidang PGH (Penata Gunaan Hutan), Bidang Linhut (Perlindungan Hutan – Polhut, Penyidik) belum kembali.

Jawaban belum mengetahui Kejadian Pengeroyokan tersebut diduga adalah upaya mengelak Sang Kepala UPT PKH 5 Labura ini untuk melindungi Anggotanya agar jangan terlibat dalam Kejadian Pengeroyokan. Dan mungkin takut terbongkar Rahasia Permainan Haram dan Menyalahi Aturan, terkait Pembalakan Liar Hutan Hatapang yang selama ini disebut – sebut bebas beraksi tanpa ada halangan.

Padahal di sisi lain, Korban Pengeroyokan Faisal kepada Media ini mengungkapkan, bahwa terjadinya Pemukulan itu awalnya di Provokasi oleh seorang Pegawai ASN Dinas Kehutanan KPH 5 berinisial FR.

Saat itu, Faisal menceritakan, FR mengeluarkan kata – kata “Ngapain Wartawan ikut ?, kalian tidak boleh ikut ke dalam Hutan !!” kata Faisal menirukan ucapan FR.

Larangan tersebut dikeluarkan FR, diprediksikan agar Kegiatan Pembalakan Liar Hutan Hatapang yang diduga ada kerja sama atau subahat jelek antara PT LBI dan Pihak Kehutanan tidak terekspos oleh pihak Media atau Wartawan.

Oleh karena ucapan FR tersebut, diduga memicu emosi 4 (empat) orang Pegawai PT LBI yang bertugas menjaga Palang Pintu Masuk ke Hutan. Sehingga, Faisal pun dikeroyok oleh U, DM, LM dan MY.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, FR belum dapat dikonfirmasi terkait Pengakuan Faisal. Sementara, Amsar sebagai Pimpinan FR mengaku belum mengetahui kabar Pengeroyokan tersebut.

Amsar menyarankan para Awak Media, untuk kembali besok ke Kantor UPT KPH 5 Kabupaten Labura. (red)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed