oleh

Tanaman Ketela Pohon Digondol Orang, Warga Resomulyo Komplin

-Daerah-48 views

Banyuwangi Oposisi.co.id

Bermula dari pengakuan Sriamah dan Wawan anaknya, warga Resomulyo Desa Genteng Weta  Kecamatan Genteng Banyuwangi. Bahwa punya lahan yang disewa dari Pemerintah Desa Genteng Wetan. Yang aliasnya lahan tersebut adalah lahan Tanah Kas Desa ( TKD ). Lahan yang disewanya ditanami Sawi ( Ketela Pohon ) dengan kontrak sewa tahunan. Sewa pertama sudah dilakoni 2 tahun dengan harga sewa 6 juta rupiah tertulis di kwitansi sampai selesai.

Kemudian dilakukan pembaharuan sewa lagi namun Sriamah baru bayar uang muka 2 juta rupiah dari nilai sewa 4,5 juta rupiah. Katanya ternyata lahan yang disewanya sebagian kena jalur untuk arena Sirkuit Cros. Sementara di lahan tersebut ada tanaman Sawi ( Ketela Pohon ). Ketika ditanya apakah sehubungan dengan lahan tersebut sebagian digunakan untuk Sirkuit Cros, apakah ada pemberitahuan ? Diakui ada.

” Ada, katanya lahan dikurangi 15 meter dan harga sewa dipotong, ” ditanya kenapa tidak dipanen Ketela Pohonnya sudah tahu lahannya sebagian akan dibuat arena Cros ?, ” Sudah dipanen tapi masih belum selesai, karena ibu saya waktu jebol Sawi ( Ketela Pohon ) ada temannya yang jatuh dan ibu saya akan menolong ternyata ibu saya malah ikut jatuh dan itu tangannya sakit. Karena ibu saya sakit beberapa hari tidak ke lokasi. Kemudian tanpa diberitahu kapan akan dibegho, tahu – tahu tanaman Sawi ( Ketela Pohon ) sudah bongkar dibegho dan anehnya Sawi ( Ketela Pohon ) diambili dan dibawa pulang orang lain tanpa ijin pada ibu saya , ” tutur Wawan anak Sriamah.

Sebagai perimbangan informasi, awak media konfirmasi Kepala Desa Genteng Wetan via selulernya. Pertama dibenarkan kalau akan ada ivent Cross di Genteng Wetan dan pelaksananya bukan Pemerintah Desa. Ketika ditanya apakah benar untuk Sirkuit Cross tersebut menggunakan lahan yang masih dalam sewa. Dijawabnya tidak, ada sebagian lahan dalam sewa yang kena.

Berikut dari Kepala Desa Genteng Wetan diperoleh penjelasan yang intinya menepis kalau semua itu tanpa ada pemberitahuan.

” Salah itu, bukan tanpa seijin, beberapa kali kita koordinasi bersama ada Pak Wo, ada saya, ada yang bersangkutan sudah komplit. Jadi bukan tidak tanpa pemberutahuan, sangat pemberitahuan sekali. Bohong itu, ” sergahnya Senin 12/11/2018.

Lanjut Kepala Desa menjelaskan secara rinci kejadian yang sebenarnya.

” Jadi begini, tadi kan sudah diselesaikan bersama saya, Pak Kantibmas, Pak Wo, Pak RT dan bu Sri diwakili mas Wawan dua kali malahan. Sebelumnya itu sudah kami datang ke rumahnya sama Pak Wo dan kita sering omong – omong. Kalau sekarang memberi informasi tidak jelas itu berarti ngacau, ” jelasnya.

Ditambahkan oleh Kades Genteng Wetan pada Sabtu saat jebol Sawi ( Ketela Pohon ) alat berat begho sudah mulai kerja tapi di sebelah barat.

” Sabtu saat jebol Sawi ( Ketela Pohon ) begho sudah kerja tapi di sebelah barat. Kalau dia ber ektikad baik sudah ngerti kalau akan dimulai dan begho tahu kalau tela itu dipanen. Mestinya kan dipanen dulu sebelah barat, itu tidak. Nah pada saat itu hari Sabtu saya macak biasa, orang – orang di situ tidak ngerti kalau saya Pak Kepala Desa saya lihat mereka jebol Sawi ( Ketela Pohon). Tapi apa mereka ngomongnya…Jangan…jangan yang sebelah barat dulu…biar dilewati begho lalu kita minta ganti rugi, ” papar Kades Genteng Kulon.

Diakhir penyampaiannya Kades Genteng sehubugan dengan sebagian lahan yang disewa digunakan untuk Sirkuit Cros akan dikurangi harga sewanya. Kepada warga yang ambil Sawi ( Ketela Pohon ) milik Sriamah juga sudah dihimbau untuk dikembalikan karena tanpa ijin. Bahkan Wawan punya niatan akan melaporkan orang yang ambili Sawi ( Ketela Pohon ) tapa ijin ke Polisi. Menurut Kades juga diingatkan untuk tidak melaporkan karena masih tetangganya sendiri. Kalau ada apa – apa pasti butuh kepada tetangga, sarannya kepada Wawan. (rdy35).

5Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed