oleh

TARI LUNDAYA SMAN TRASANDA UKIR PRESATASI

Banyuwangi Oposisi.co.id

Lomba terbuka tingkat Kabupaten, tari tradisional yang di gelar di Sun East Mall pekan lalu, tim tari polesan bapak Imam Audiat, S.E., mendapatkan juara 3.

” Bersyukur sekali, sekalipun belum sempat meraih puncak, setidaknya masuk tiga besar merupakan prestasi bagi kami, “ dengan bangga Pak Imam menuturkan.

Lanjutnya, Persaingannya sangat ketat karena peserta banyak dari lembaga atau sanggar-sanggar tari dan penari-penari terbaik di level SLTA di Banyuwangi.

Tari Lundaya ini, menceritakan tentang kesaktian. Dulu ada ilmu ‘Macan Putih’ sejenis kekebalan. Ilmu ini dimanfaatkan oleh  pasukan Jagapati, dalam mempertahankan bumi Blambangan dari ancaman bangsa asing.

” Tarian ini bagus dan sevisi dengan pendidikan karakter  perjuangan dan keperwiraan yang lagi gencar-gencarkan diseriusi oleh Pemerintah, “ jelas Kasek Mh. Rifai.

Tari tidak hanya menunjukkan gerak dan kemolekan saja, tetapi ada filosofinya, dengan penuh semangat Kasek TRASANDA yang suka tampil beda itu dalan bertutur.

SMA Negeri ‘Taruna Santri’ Darussholah ini didesign sejak awal berdirinya  berkolaborasi dengan pondok pesantren. Sekalipun demikian, tetap memberikan apresiasi dan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki bakat seni apapun asal tidak terang-terang berlawanan dengan nilai-nilai keagamaan Islam.

” Islam harus tumbuh dan berkembang bersamaan dengan tradisi masyarakat, “ jelas H. Komari, S.Ag. guru senior PAI lengkapi keterangan yang lain sebelumnya.

Unggulan lain yang langganan juara adalah seni hadrah Al-Banjari.   Tahun lalu sempat menjuarai fetival seni hdrah Jawa Bali di Pemkab. Banyuwangi. Perhatian pihak sekolah terhadap kegiatan ekstrakurikuler bidang seni mendapatkan perhatian serius.  Ada banyak kepentingan yang dikebangkan, kecuali untuk membina  bakat minat siswa, juga untuk mempertahankan tradisi masyarakat. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed