oleh

Tempat Usaha Pemandian Kendaraan Milik Eka Santi Irama Runtuh Diterjang Banjir.

-Daerah-83 views

BANYUWANGI Oposisi. co.id

Seperti diberitakan oleh berbagai media terkait bencana banjir yang melanda Desa di beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Songgon, Singojuruh dan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, akibat meningginya curah hujan beberapa hari terakhir ini sehingga debet air sungai tak tertampung dan meluap ke daratan hunian warga tepian sungai, Senin (26/11/18).

Santi saat bersihkan lumpur dan air di tempat pemandian mobil miliknya yang runtuh

Seperti yang terkena dampak langsung akibat banjir kemaren (25/11/18) yng dirasakan salah satu warga desa Gladag Kecamatan Rogojampi adalah tempat pemandian mobil milik EKA SANTI IRAMA yang juga sebagai Caleg DPRD Banyuwangi Dapil 2 dari Partai Demokrat. Terjangan air sungai bercampur lumpur dan sampah kayu dengan kuat menerjang tempat pemandian mobil miliknya membuat abrol/runtuhnya bangunan bagian belakang tempat pemandian kendaraan miliknya.

Kondisi bangunan cucian mobil bagian belakang terdampak banjir

Dikonfirmasi oleh tim media oposisi. co.id di lokasi, menceritakan dengan singkat, bahwa banjir yang membuat runtuhnya bangunan pemandian mobil miliknya sungguh diluar dugaan

“Begini Mas.. saya kaget sekali dan tidak saya duga, saat kejadian saya masih ada dilokasi kampanye di desa Sukojati Kecamatan Blimbingsari, kemudian saya mendapat telepon dari keluarga yang menyampaikan bahwa bangunan tempat pemandian mobil milik saya runtuh ambrol diterjang banjir. Saya kaget karena selama ini belum pernah ada banjir sebesar ini, lalu saya untuk memastikan dengan segera saya pulang ternyata benar adanya …” ceritanya kepada oposisi.co.id

“Pada saat kejadian selepas magrib alhamdulillah tidak ada korban, karena yang menempati/menjaga sedang tidak ada ditempat, namun beberapa barang miliknya hilang terbawa banjir,…” tambahnya.

Hadi Anwar Nuris, suami dari Eka Santi Irama saat dikonfirmasi ditempat yang sama menambahkan sedikit tentang apa yang disampaikan oleh Istrinya (Santi)

“Saya ga nyangka akan terjadi banjir sebesar ini dengan ketinggian luapan air hampir mencapai 2 meter mas.. namun saya beserta keluarga harus tetap merasa bersyukur karena ini semua sebagai ujian dan pembelajaran kepada pembelajaran atas kehendak Allah.SWT. Kalau bicara masalah berapa kerugian saya perkirakan sekitar 50 jutaan.. tegas Nuris

“Trimakasih juga kepada warga sekitar dengan cepat tanggap turut membantu seperti halnya merapikan, membersihkan dan menyelamatkan barang barang milik saya dari genangan air dan lumpur…” imbuhnya.

Dari pantauan media, banjir yang meluap ke daratan juga menggenangi tempat pemakaman umum, SDN gladag dan beberapa tempat lainya.

Rasa kepedulian SANTI kepada warga saat lakukan pembersihan pemakaman umum yang terkena banjir

Meskipun tempat pemandian mobil milik Eka Santi Irama yang roboh/runtuh diterjang banjir, rasa kepedulian sosial dari diri Santi untuk segera juga memberikan bantuan berupa nasi bungkus kepada warga yang sedang melakukan perapian, pembersihan di tempat pemakaman umum desa Gladag. (eta)

19Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed