oleh

Terimbas Banjir, Petani Di Magetan Panen Merugi

Beritaoposisi.co.id Magetan, – Banjir yang melanda Kecamatan Kartoharjo beberapa hari kemarin, tepatnya di Desa Jajar, Ngelang, Kartoharjo dan Desa Sukowidi, terpaksa harus menelan pil pahit pasca banjir bagi warga masyarakat khususnya petani padi.

“Dampak pasca banjir untuk tanaman padi di Kecamatan Kartoharjo yaitu, untuk Desa Ngelang seluas 70 ha, Desa Jajar seluas 50 ha, Desa Kartoharjo luas 20 ha, dan Desa Sukowidi luas 10 ha”, kata Suwito Kamat Kartoharjo, Kab. Magetan, Sabtu (9/3/2019).

Sawah terendam air

Suwito mengaku, sesuai informasi dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), semua lahan pertanian di Desa tersebut sudah di asuransikan, kecuali Desa Sukowidi tidak termasuk AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi). “Untuk Desa Sukowidi tidak dapat di asuransikan, karena tidak termasuk dalam AUTP”, terangnya.

Sebelumnya, Bupati Magetan Suprawoto melalui Edy Suseno Kepala Dinas Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DPHPKP) Kab. Magetan mengatakan, Pemkab Magetan telah menyiapkan asuransi bagi petani yang padinya rusak akibat banjir.

“Pemkab Magetan sudah menyiapkan asuransi untuk petani padi. Pasca banjir nanti kami akan mendata kerusakan untuk semua petani padi yang terdaftar sebagai AUTP”, jelas Edy Suseno (6/3).

Edy menjelaskan, petani yang terdaftar sebagai AUTP bakal mendapatkan ganti rugi dari Pemerintah untuk tanaman padi yang rusak akibat banjir sebagai pengganti bibit dan pupuk. “Perhektar akan mendapatkan Rp 6 juta rupiah sebagai pengganti bibit dan pupuk untuk menanam kembali padinya”, pungkasnya. (ren)

 

#sukowidi dilanda banjir

#banjir di magetan

#petani gagal panen

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed