oleh

Terungkap Sudah,Ternyata Bantuan Diskop UMKM, Fitri Tak Diundang

-Daerah-40 views

Sumenep Oposisi — Polemik pemberian bantuan UMKM Dinas Koperasi secara simbolis oleh istri Bupati, Nurfitriana dalam daftar caleg tetap (DCT) DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus menuai polemik dari banyak kalangan.

Imam Trisnohadi, Kepala Diskop Sumenep saat dikonfirmasi sejumlah Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Madura (AJM) sebelumnya melakukan konfirmasi justru menemukan keterangan yang sangat mengejutkan.

Pasalnya, mantan Kepala Dinas sosial ini bilang tidak mengundang Nurfitriana melainkan suaminya Bupati Sumenep. yaitu A buya busyro karim,

” Ngundang bupati saya, bukan ngundang bu fitri,” kata Imam Trisnohadi, Kepala Dinas Koperasi saat dikonfirmasi AJM dikantornya, baru baru ini.

Pernyataan yang mengagetkan ini membuat tim liputan wartawan yang tergabung di AJM sedikit tersentak dan hampir tidak percaya dengan keterangan yang dilontarkan oleh Imam Trisnohadi, bahwa penyerahan bantuan yang dilakukan Nurfitriana bukan atas keinginannya.

“Saya ngundang bupati.., (yang datang:) Bu Fitri, masa soro mole (masa disuruh pulang,Red),” demikian percakapan Imam Trisnuhadi dengan awak media dari AJM.

WARTAWAN AJM: Maksdunya apa Dinas koperasi mengundang bu fitri?

IMAM TRISNOHADI: Saya ngundang bupati, bukan bu fitri.

Sikap Kepala Dinas Koperasi Sumenep ini mendapat kecaman dari Direktur Kontra’SM sekaligus Advokat Peradi,yakni Zamrud Khan, SH. Menurutnya keterlibatan istri Bupati Sumenep Nurfitriana yang menyerahkan secara simbolis bantuan UMKM beberapa waktu lalu menunjukkan adanya indikasi ketidak netralan Diskop.

“Seharusnya Dinas Koperasi itu Bersikap Netral , Bukan Mencitrakan figur seseorang walaupun itu bukan Masuk jadwal Kampanye,”demikian Zamrud Khan, SH dalam surat elektronik yang diterima Madura Expose, baru-baru ini.

Pihaknya juga menyayangkan ketidak tegasan Bawaslu yang terkesan sungkan dalam menjalankan fungsinya.

” Harusnya Panwaslu Kabupaten yang Sekarang sudah menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu,Red) dan Permanen itu, tidak tinggal diam. Bukan Hanya Kecewa kepada figur seorang istri Bupati dong. Mestinya tegas, ” imbuhnya.

Tidak tegasnya Bawaslu Sumenep menyikapi keterlibatan Istri Bupati dalam kegiatan dinas koperasi menang patut dicurigai.

“Nah, jika demikian, ada something wrong dengan cara berfikirnya Bawaslu . Jangan-jangan memang tidak ada sosialisasi sehingga Dinas atau Instansi itu tidak Tahu, ” tandasnya menambahkan. ( mrw )

6Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed