oleh

Tim Pembela Martabat Profesi Guru, Tunggu Sidang Praperadilan

Berita Oposisi.co.id

BANYUWANGI – Sebagaimana telah diberitakan beberapa pekan lalu, bahwa penetapan tersangka oleh Polsek Rogojampi terhadap guru Arya terduga penganiaya belasan siswanya, mendapatkan sangkalan dari kuasa hukum yang ditunjuk PK PGRI Banyuwangi. Teguh Sumarno, M.M., Ketua Umum PGRI Kabupaten Banyuwangi membenarkan langkah hukum itu.

Menurut Devisi Advokasi dan Penegakan Kode Etik Profesi Guru PK PGRI Mochammad Rifai, Teguh Sumarno dihubungi via seluler, mantan Rektor 3 periode UNIBA ini memang sudah menyiapkan langkah-langkah hukum karena pihak pelapor tidak mau kompromi.

” Bukan hanya karena Guru Arya yang kami bela tetapi martabat profesi guru yang harus kami ‘dadaki’. Kami pasang badan Mas..”, ujar Mochammad Rifai ulangnya.

Kasus guru Arya bermula dari dituduh menganiaya siswa-siswanya karena melalui pelatih/pembina ekstrakurikuler mencukur tawur, petal-petal. Akibatnya sejumlah orang tua murid tidak terima bahkan ada oknum aparat yang tega menganiaya Guru Arya di sekolah tempat dinasnya sampek hampir klenger. Untungnya Arya guru olahraga yang masih belia pisiknya prima.

Sementara 6 pengacara muda profesional dari Peradi Banyuwangi, optimis bakal memenangkan praperadilan itu. Karena setelah dipelajari banyak kelemahan dari pihak penyidik Polsek Rogojampi.

” Kami berenam ini relawan untuk melakukan pembelaan hukum terhadap guru dalam menjalankan profesi dinasnya. Banyak kasus serupa yang dilakukan guru terhadap muridnya karena masih dalam koridor wajar untuk tujuan merapikan agar tumbuh menjadi pribadi yang baik, tidak ada pidananya. Karena tidak ada niat dan tidak ada unsur penganiayaan “.

Divisi Advokasi dan Penegakkan Kode Etik Profesi Guru, PK PGRI Banyuwangi, Mochammad Rifai, mengatakan bahwa upaya yang diambil oleh Pengacara Muda yang diketuai Gembong A R, S.H. itu didukung sepenuhnya. Prinsipnya agar diperoleh keadilan menurut hukum dan undang-undang yang berlaku.

” Kami hanya melayani kemauan mereka Mas…”, selorohnya.

Sembari menunggu persidangan praperadilan di PN Banyuwangi, Gembong dkk pengacara muda itu terus berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan jajaranĀ  PengurusĀ  PGRI Kab. Banyuwangi. (rdy35).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed