oleh

Tradisi Peringatan Maulid Dilaksanakan Serentak Warga Dusun Trimo

Pasuruan Oposisi, – Selamatan peringatan maulid nabi Muhammad SAW sudah menjadi tradisi bagi warga, khususnya di pasuruan. Entah sejak kapan tradisi selamatan maulid dimulai. Namun yang jelas sudah puluhan bahkan ratusan tahun menjadi kebiasaan umat muslim di daerah tersebut.

Seperti yang berlangsung hari ini Selasa, 20/11/208. Peringatan maulid diselenggarakan warga dusun trimo RW 05, 06 Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Dengan di ikuti kurang lebih seribu jiwa yang hadir langsung dalam pelaksanaan, baik dari daerah setempat maupun luar daerah.

Di hadiri beberapa Habaib

Peringatan maulid yang diselenggarakan di beberapa musolla dan 2 masjid tersebut dihadiri Ratusan Habaib, Asyatid, Santri juga masyarakat dari dalam dan luar daerah, seperti Malang, Pasuruan, Gresik, Solo, Lamongan, Jember dan daerah lainnya.

Rangkaian acara dimulai dari Dusun Trimo Ujung Timur yang kemudian secara bergantian di laksanakan di musollah-musollah yang ada di dusun tersebut, dengan di arak lantunan solawat di iringi terbang hadrah sejumlah Habaib dan santri menuju tiap-tiap musolah. Hingga terakhir menuju masjid Al Abror Dusun Trimo Desa Jatisari, yang merupakan tempat puncak acara penyelenggaraan maulid nabi.

Habib Haidar Bin Sihab, pada puncak acara dalam mauidhotul hasanahnya menyampaikan rasa syukurnya karna dapat hadir dan berkumpul dalam majelis yang menurutnya sangat di muliakan tersebut, serta berharap perkumpulan tersebut dapat berkelanjutan hingga di hari akhirnya kelak.

“mudah-mudahan kelak di akhirat kita semua di kumpulkan oleh allah dengan rombongan umat serta sahabat baginda rosululloh sollallahu alaihi wasallam,” Ucapnya.

“Ini merupakan tradisi yang sudah biasa dilaksanakan warga dari sejak dahulu dalam setiap tahun dan turun temurun, dalam setiap peringatan maulid (robiul awal) warga beserta pemuda bergotong royong, bekerjasama secara swadaya menggelar maulidan begini dan mengundang warga dari luar daerah juga. Tujuanya tidak lain yakni memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW serta mengharap dapat berkah dan safaat,” Ujar salah satu warga setempat kepada awak media. (sol)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed