oleh

Tumpukan Jati Gelondong Yang Disimpan Kades Kebunan Diduga Berasal Dari Kawasan Hutan Perhutani

Sumenep beritaoposisi.co.id, – Beredar informasi yang berkembang dikalangan masyarakat bahwa kepala desa (Kades) Kebunan kecamatan kota Sumenep, diduga Menyimpan tumpukan kayu jati gelondong dirumah warga.

Diduga potongan kayu jati tersebut berasal dari kawasan hutan negara yang dikelola oleh perhutani yang berlokasi didesa Kebunan kecamatan kota kabupaten Sumenep Jawa Timur.

Tumpukan Kayu jati masih di halaman warga

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, Kepala desa (Kades) Kebunan yang menyimpan tumpukan kayu jati gelondong diduga menebang pohon jati yang masih berada diareal kawasan hutan perkotaan petak 46 daerah resapan air, yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Madura.

Untuk memastikan informasi dari masyarakat  tersebut team 16 melakukan upaya konfirmasi langsung kepada salah satu warga desa Kebunan, mengatakan bahwa tumpukan kayu jati yang berada di halaman rumahnya merupakan kayu jati yang dititipkan oleh kepala desa (Kades) Kebunan kepada warga tersebut sekitar kurang satu bulan yang lalu.

“Kayu jati itu sudah hampir satu bulan pak, Kades ADDUR yang menitipkan di sini.” Kata warga kepada pewarta rabu 01/05 di kediamannya.

Di sisi lain ketika kepala desa Kebunan di konfirmasi oleh media tidak menampik/membenarkan bahwa tumpukan kayu jati yang berada di halaman rumah warga di depan kediamannya merupakan kayu jati miliknya.

Namun kepala desa (Kades) Kebunan membantah jika pihaknya dikatakan telah menebang pohon jati milik negara.

 

Menurutnya, pohon jati yang di tebang oleh pihaknya (Kades kebunan-red) merupakan pohon jati milik rakyat bukan merupakan pohon jati milik negara atau milik perhutani.

“Pohon jati yang di tebang itu milik rakyat, jadi saya gak mau kalau pohon jati yang saya tebang itu dikatakan milik perhutani, karena surat-suratnya semuanya ada, liter C dan pajaknya ada, jadi sebaiknya di cek langsung ke lapangan dimana lahan yang miliknya perhutani dan dimana lahan milik rakyat.” Kata kades ADDUR kepada pewarta melalui sambungan selulernya rabu 01/05.

Lebih lanjut kades Kebunan (Addur-red) memaparkan bahwa, pihaknya mempersilahkan kepada pihak perhutani untuk menggugat dirinya apabila pohon jati yang di tebang olehnya merupakan pohon jati milik negara atau perhutani.

“Jika pihak perhutani ingin menggugat, monggo laporkan saja saya, tapi kalau pohon jati yang saya tebang adalah milik rakyat maka saya juga akan menggugat, lagian hal seperti ini sudah terjadi yang ke dua kalinya, dulu saya pernah di laporkan ke pihak polres Sumenep tapi pihak polres tidak bisa menindak lanjuti karena kami mempunyai surat-surat yang lengkap sehingga polres mengeluarkan SP3.” Papar dia.

Bahkan kepala desa (kades) kebunan (ADDUR) berencana akan menggugat pihak perhutani kabupaten Sumenep apabila pohon jati yang dia tebang di klaim oleh pihak perhutani.

“Kalau dia (perhutani) mengklaim dan saya di laporkan, sedangkan saya sudah mengajukan sertifikat tapi di tolak, sedangkan pihak perhutani hanya berdasarkan gambar, kan percuma dong kita bayar pajak, liter C juga ada sudah lengkap, makanya saya berencana akan menggugat perhutani. (masto/tim)

 

 

#kades kebunan,

#tumpukan kayu jati,

#KPH Madura

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed