oleh

Undang Tawa … ! Minak Jinggo Sosilaisasi Program KB

-Budaya-77 views

Berita Oposisi.co.id

Sekilas tentang Minak Jinggo yang menurut cerita rakyatlebih dikenal dengan julukan Raja Blambangan di masanya. Adalah Raja yang fenominal dengan keberanian dan Gada Besi Kuningnya. Raja yang memiliki dua istri bernama Dewi Wahita dan Dewi Puyengan itu, menurut cerita rakyat berakhir kejayaannya setelah berhasil dikalahkan oleh pemuda bernama Damarwulan dengan bantuan kedua istrinya sendiri.

Konon ceritanya kedua istri Minak Jinggo jatuh hati kepada Damarwulan, sehingga mau membantu Damarwulan akhiri hidup Minak Jinggo dengan mencuri Gada Besi Kuning senjata ampuh Minak Jinggo dan diberikan kepada Damarwulan. Damarwulan emban misi tersebut karena titah dari Ratu Kecana Wungu yang mana Minak Jinggo meminta penyerahan Majapahit dan minta Ratu Kencana Wungi jadi Permaisurinya.

Saat Kumis Minak Jinggo Jatuh.

Tapi lain halnya dengan Minak Jinggo yang didapati awak media di sebuah kegiatan Karnaval yang digelar Panitia HUT Kemerdekaan RI Ke – 74 Kec. Singojuruh Kab. Bayuwangi Rabu 28/08/2019. Pria berkostum Minak Jinggo yang tak lain adalah M. Suparlan Pj. Kades Kemiri itu, bertarung dengan Maha Patih Tuban tidak mengemban misi perjuangan dalam rangka menguasai Kerajaan Tuban. Melainkan dalam rangka sosialisasi Program Keluarga Berencana ( KB ) dengan jargon “Dua Anak Cukup”.

“Saya datang ke Purwoharjo…eee salah….ke Tuban membawa Program KB, saya harap rakyat Tuban dengan dua anak cukup,” ucap Minak Jinggo alias M. Suparlan.

Namun Maha Patih Tuban yang tak lain adalah Abdul Fatah, menolak dengan penyebaran Program Keluarga Berencana ( KB ) oleh Minak Jinggo.

“Hu ha ha ha ha…..tidak bisa…, enak banyak anak, banyak anak banyak rejeki,” tentang Maha Patih Tuban alias Abdul Fatah dengan tegas.

Lantaran pertentangan itu Minak Jinggo dan Maha Patih Tuban bertarung sehingga tanpa disadari Kumis Minak Jinggo – Minak Jinggoan itu jatuh. Gara – gara Kumis Minak Jinggo – Minak Jinggoan alias M. Suparlan jatuh, Camat Singojuruh Muhammad Lutfi, S.Sos.,M.Si dan jajaran Forpimka yang lain di panggung kehormatan tertawa lepas. Bagitu juga dengan masyarakat yang menyaksikan spontan tertawa terpingkal – pingkal melihat agedan lucu itu. (rdy35/ktb).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed