oleh

Upacara Pembukaan TMMD Ke-105 Tahun 2019, KODIM 0825/Banyuwangi

Berita oposisi.co.id.

BANYUWANGI,- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tentara Manunggal Membangun Desa Reguler ke-105 Tahun 2019 di Kabupaten Banyuwangi, secara resmi dibuka dan dilaksanakan dengan ditandai upacara pembukaan TMMD ke 105/2019 yang bertempat di lapangan RTH Maron Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/7/19).

Dalam upacara pembukaan TMMD ke 105 ini bertindak sebagai Inspektur ucapara adalah Hj. Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) diwilayah Kodim 0825/Banyuwangi dengan mengusung tema “Bersama TMMD Membangun Meningkatkan kesejahteraan Masyarakat”.

Pada saat pelaksanaan upacara dihadiri para pejabat penting tingkat Provinsi selain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang bertindak selaku Inspektur Upacara, diantatanya Pangdam V Brawijaya, Wakapolda Jatim, Forkopimda Provinsi Jawa timur, Bupati Banyuwangi, Jajaran Korem dan Kodim Banyuwangi, Jajaran Kepolisian Banyuwangi, Tokoh Agama, tokoh Masyarakat, Pimpinan organisasi masyarakat, para Mahasiswa, para relawan, Camat dan Kepala Desa tempat sasaran TMMD  ke 105 beserta para hadirin lainya yang mengikuti proses pembukaan TMMD ke 105 tahun 2019.

Saat Inspektur upacara menuju tempat/Podium, Komandan upacara melaporkan berdasarkan surat telegram Pangdam V Brawijaya Nomor : SP. 151/2019, tanggal 08 Februari 2019. Pertama berisikan Surat Perintah untuk merencanakan dan menyampaikan seputar kegiatan TNI melalui membangun desa TMMD ke 105 diwilayah Kabupaten Banyuwangi. Kedua waktu pelaksanaan TMMD 105 dari tanggal 10 Juli sampai dengan 08 Agustus 2019. Tempat di Desa Setail Kecamatan Genteng dan Desa Dasri Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi. Ketiga untuk jumlah personil Satgas terdiri dari Komando Satgas, Satgas peserta, anggota Korem, anggota Polres dan dari Pemkab Banyuwangi.

Kegiatan fisik yang dilaksanakan sebagai sasaran pokok peningkatan dan pelebaran jalan sepanjang 1.120. meter dan lebar 5 meter, Renovasi 2 buah Jembatan dengan panjang 5 meter, lebar 5 meter dan tinggi 5 meter. Kemudian pembangunan badan jalan sepanjang 1.120 meter dengan tinggi 1 meter. serta Pembangunan Plat Dacker.  Sedangkan sasaran tambahan Renovasi tempat tidak layak huni 20 unit, Renovasi Musholah 1 unit, MCK 3 unit, Poskamling 2 unit. Kegiatan non fisik meliputi penyuluhan pertanian, penyuluhan bantuan hukum dari polres Banyuwangi, Penyuluhan bela Negara dari Dinas Bakesbangpol Banyuwangi, Penyuluhan Keluarga Berencana (KB), Penyuluhan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Banyuwangi dan Penyuluhan tentang bencana alam. Hal berikut diantara dari kegiatan pelaksanaan TMMD ke 105 yang dilaporkan kepada Inspektur Upacara. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan proyek TMMD 105 oleh Bupati Banyuwangi kepada Dandim 0825 dan penanda tanganan naskah serah terima rencana proyek TMMD 105 tahun 2019 oleh Gubernur jatim, Bupati Banyuwangi serta dandim 0825/Banyuwangi

Gubernur Jatim Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam sabutanya menyampaikan,

“Sebagaimana dilaporkan oleh Dansatgas TMMD 105, bahwa pelaksanaan TMMD telah dilakukan melalui Pra TMMD dan nanti akan berakhir pada tanggal 08 Agustus 2019. Untuk Provinsi Jawa Timur TMMD akan dilaksanakan di 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Banyuwangi, Sampang, Trenggalek, Blitar dan Bojonegoro. Sedangkan untuk pembukaan kita pusatkan di Kabupaten Banyuwangi karena dari berbagai kinerja pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Maka sinergitas diantara elemen strategis di Banyuwangi untuk bisa bersama sama mensukseskan TMMD 105 ini menjadi bagian penting untuk dijadikan frekwensi bersama. Bahwa manfaat kebersamaan TNI Manunggal Membangun Desa bersama Polri dan elemen strategis yang lainya menjadi sumber energi yang kuat dalam membangun negeri ini “, ungkapnya.

Sambungnya, “Saya berharap pelaksanaan TMMD ini mendapatkan hasil yang optimal sesuai yang direncanakan bersama, dan bisa bermanfaat langsung dirasakan oleh masyarakat. Bahkan kami berharap program TMMD dapat memberikan kontribusi terhadap percepatan pencapain target pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi di daerah, meningkatkan tarap hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan serta menempatkan desa sebagai subyek pembangunan “, harapnya.

Masih dalam sambutannya, sesuai laporan Dansatgas TMMD 105, bahwa pra TMMD telah dilakukan sejak tanggal 13 Juni 2019, bahkan beberapa hal terkait bangunan fisik telah mencapai 85%. Artinya bahwa sisa waktu sampai 8 Agustus 2019 akan jadi bagian penting untuk dilakukan percepatan berbagai rencana yang akan dilakukan pada TMMD 105 ini.

“Dalam sejarah bahwa TNI tidak bisa dipisahkan dengan Rakyat, sejarah panjang Kemanunggalan TNI bersama rakyat sudah dimulai sejak jaman perjuangan meraih kemerdekaan hingga jaman ini. Jadi kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan pelaksanaan TMMD  merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara diluar tugas utama Sebagai penjaga kedaulatan Negara.”.. Jelasnya

Seusai upacara, untuk acara tambahan suguhan tari Gandrung Banyuwangi, pemberian bingkisan kepada kaun Dhuafa, dan dilanjutkan pelepasan balon serta burung dara secara bersama – sama oleh Gubernur Jatim, Pagdam V Brawijaya, Dandim, Bupati Banyuwangi, dilanjutkan peninjauan stand pameran produk unggulan Kabupaten Banyuwangi.

Untuk acara terakhir dilanjutkan secara bersama sama untuk tinjau lapangan/lokasi TMMD ke 105 tahun 2019, yaitu di desa Setail Kecamatan Genteng dan Desa Dasri Kecamatan Tegalsari kabupaten Banyuwangi. (Khotib)

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed