oleh

Wali Murid (Warga Patoman), Minta Kejaksaan Segera Tindak Lanjuti Kasus Guru Arya

-Hukrim-95 views

Berita Oposisi.co.id. (Banyuwangi)

Beberapa orang warga Ds. Patoman Kec. Blimbingsari Kab. Banyuwangi perwakilan dari Wali Murid SDN 2 Patoman. Rabu 18/09/2019 sekira pukul 13:00 Wib datangai Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi.

Mereka adalah para orang tua dari beberapa Murid yang jadi korban “cukur petal” oleh seorang guru yang disebutnya bernama Arya. Kabarnya yang jadi korban pencukuran oleh guru Arya waktu itu sebanyak 26 anak. Lantaran kejadian tersebut para orang tua dari ke 26 anak tersebut tidak terima dan bawa persoalan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Kali ini mereka sengaja mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi dengan maksut minta kejelasan proses hukum terhadap persoalan tersebut. Hal tersebut dilakukan mengingat permasalahan masuk ke Aparat Penegak Hukum (APH) sudah sejak 6 bulan yang lalu. Dalam hal ini dari pihak Kejaksaan terima kehadiran para Wali Murid dengan baik. Dan dipersilahkan satu perwakilan bernama Yulis bertemu Kasipidum Kejari Banyuwangi.

Mustono (Wali Murid)

Mustonosalah satu dari Wali Murid yang turut hadir ke Kejaksaan, dikonfirmasi kepada media menyampaikan.

“Saya datang ke sini untuk minta kejelasan kepada Kejaksaan, terkait kasus anak saya dipetal sama guru Ariya. Bisa gak bisa bagaimana guru Ariya harus ditahan. Kita ini memang orang kecil tapi harus ada ketegakan hukum. Kasus sudah 6 bulan tapi tidak ada kejelasan dari Kejaksaan,” ucap Mustono, sembari menambahi menyampaikan harapannya yaitu kasus supaya segera diproses dan meminta Kejaksaan menahan guru Arya.

Selang sekira 1 jam Yulis keluar usai bertemu Kasipidum… Media pun samperinya untuk dimintai konfimasi seputar hasil pertemuannya dengan Kasipidum Kejari Banyuwangi. Kepada media Yulis dengan tenang memberikan keterangannya.

“Besok mau ditindaklanjuti, kami ke sini ingin menanyakan kasus kita sampai sejauh mana di Kejaksaan ini. Kata Kasipidum P21 nya sudah diterima Kasipidun dan akan ditinjau kembali mau ditindaklanjuti,” jelas Yulis.

Yulis Perwakilan wali murid,  usai bertemu Kasipidum Kejari Banyuwangi.

Yulis juga menyampaikan permintaannya kepada Kejaksaan yaitu kasus segera ditangani.

“Masak seorang tersangka masih dijadikan pengajar gak ditahan, padahal dia sedang menjalani proses hukum. Masa gak ada orang – orang pintar di Banyuwangi ini yang bisa mengajar, kok orang berkasus masih bisa mengajar,” ungkap Yulis sedikit kesalnya.

Sementara Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi   “Koko Erwinto Danarko, SH, MH.” dikonfirmasi salah satu media menyampaikan bahwa kasus guru Arya intinya sudah P21.

“Jadi intinya kasus Arya itu sudah P21, kita nunggu dari Penyidik. Tadi sudah dihubungi sama Jaksanya, kesepakatan besok dilimpahkan ke sini,” jelasnya.

Terkait penahanan Kasipidum menjelaskan bahwa jadi tahanan atau tidak masih kewenangan Penyidiknya dalam hal ini yang dimaksut Peyidik Polsek Rogojampi. Selanjutnya akan dilihat dilapis pasal yang mana yang menyatakan bisa ditahan atau tidak dan yang memang masuk. (rdy35/ktb).

0Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed