oleh

Warga Lega, Angkutan Batubara Tak Melintas Di jalan Umum Lagi

MUARA ENIM OPOSISI .CO.ID – Masyarakat Kabupaten Muara Enim saat ini mulai merasa lega, Pasalnya Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru lambat laun telah merealisasikan janji kampanyenya yakni mengalihkan jalur angkutan batubara dari jalan umum ke jalan khusus.

Berbagai tanggapan pun datang dari masyarakat, mulai dari para pelajar hingga masyarakat umum. “Kami sangat senang dengar berita itu, jadi kami tidak merasa was-was lagi saat melintas. Sebab, bukan hanya saat sedang ada muatan saja mobil angkutan batubara itu meresahkan, tapi saat kosong pun mereka saat meresahkan.

Banyak sopir yang ugal-ugalan sehingga banyak menelan korban Jiwa ,” ujar Dika, salah seorang pelajar yang sehari-hari pulang ke Desa Muara Gula Kecamatan Ujan Mas , Selasa (06/11/2018). Sama hal sama dikatakan Amin, salah seorang penggiat di Muara Enim juga sangat mensupport peraturan baru yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Selatan terpilih, Herman Deru. “Bagus lah itu, karena kami disini sudah lama menunggu keputusan itu. Kita disini hanya menikmati debu, sampai-sampai tempat kami ini dijuluki sebagai ‘Kota Debu. Penyebabnya ya itu tadi, karena banyak sekali angkutan batubara yang bebas lalu lalang di jalan umum,” ungkap Amin .

Ditambahkan Amin, selama ini masyarakat Muara Enim sangat cemas, karena sangat banyak sekali kecelakaan yang disebabkan oleh angkutan batubara, tak sedikit yang menelan korban jiwa. Seperti diketahui, melalui surat dengan Nomor : 540/2359/DESDM/2018 tertanggal 06 November 2018. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru telah mencabut pergub nomor 23 tahun 2012 tentang tata cara angkutan batubara yang melintas dijalan umum. Dengan surat itu Gubernur Sumatera Selatan meminta agar angkutan batubara tidak lagi melintasi jalan umum, tapi harus menggunakan jalan khusus atau menggunakan kereta api. (Parlin )

1Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed