oleh

Warga Sidorejo Berhasil Stop Pendirian Kandang Ternak Ayam

Banyuwangi Oposisi,

Perjuangan warga Dusun Tempurejo Desa Sidorejo Kecamatan Purwoharjo tidak sia – sia. Pada pertemuan Rabu 03/10/2018 di kediaman Giyanto setelah melalui musyawarah dan debat yang panjang. Akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa rencana pendirian Kandang Ternak Ayam oleh H. Basori digagalkan.

Hadir dalam pertemuan panas itu Kepala Desa Sidorejo Winarti beserta Sekdesnya, Camat Purwoharjo Ahmad Laini, Mantri Peternakan, Kepala Puskeswan Mohammad Sodiq, Banbinsa Sidorejo, dan warga serta tokoh masyarakat dusun Tempurejo.

Materi pertemuan bermula dari surat penolakan yang dilayangkan kepada Pemerintah Desa Sidorejo bulan Agustus lalu. Karena kendala kegiatan Agustusan yang padat diteruskan dengan kegiatan adat Bersih Desa. Maka baru kali ini Pemerintah Desa bisa mempertemukan warga dengan H. Basori yang akan mendirikan Kandang untuk usaha ternak Ayam.

” Mohon maaf karena surat dari bapak – bapak yang sudah masuk sejak bulan Agustus lalu baru kami tindak lanjuti. Karena memang di bulan Agustus banyak kegiatan dan disambung lagi dengan Bersih Desa. Sehingga baru sekarang kami bisa mempertemukan bapak – bapak dengan H. Basori untuk musyawarah, ” sekilas terkutip dari sambutan Kepala Desa Sidorejo Winarti.

Camat Purwoharjo Ahmad Laini, dalam sambutannya meminta agar dalam musyawarah dilakukan dengan baik. Dan kalau bisa ditemukan solusi terbaiknya dan tidak merugikan salah satu pihak baik warga maupun pihak pengusaha.

” Dalam hal ini sudah biasa terjadi pro kontra, ada yang pro mungkin karena alasan terbukanya lapangan kerja, ada yang kontra mungkin karena alasan dampak lingkungannya, ada ditengah – tengah tidak menolak tapi dengan syarat ijin dan kesanggupan meminimalisir terjadinya dampak bau dan hama lalat. Oleh karena itu musyawarah ini agar tidak sia – sia harus ada solusi yang tidak saling merugikan satu sama lain, ” ungkap Camat dihadapan warganya.

Berikut Mantri Peternakan dan Kepala Puskeswan memberikan sambutan seputar teknis namun tidak detail. Ada pernyataan Kepala Puskeswan M. Sodiq yang Sontak mengundang respon warga sorak – sorai ketika mengatakan bahwa radius antara letak Kandang dengan pemukiman warga menurut aturan harus sejauh 1 Km.

Pada sisen tanya jawab yang difasilitatori Sekdes sedikit menghangat namun berjalan berimbang. Warga diberi kesempatan menyampaikan uneg – uneg dan alasan penolakannya. Rahmad menyampaikan alasan khawatir hama lalat yang timbul aktivitas ternak ayam menyerang tanaman buah milik warga di sekitar lokasi. Susiyanto mempertanyakan jarak ( radius ) lokasi usaha ternak dengan pemukiman. Disusul alasan – alasan lain oleh warga yang intinya berujung pada tujuan awal yaitu penolakan adanya Kandang Ternak Ayam di lingkungannya.

Jadi sedikit membuat terkejut ketika Rahmad dengan lantang mengatakan, ” mulai tadi dikatakan untuk masalah ijin nanti akan ada tim dari Lingkungan Hidup dan Perijinan, tapi kenapa itu tidak ada ijinnya dibiarkan berjalan, dan tolong jelaskan isi UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup, ” celetuk Rahmad dengan nada sedikit emosi.

Merespon usulan – usulan warga Sekdes berikan kesempatan kepada H. Basori untuk menanggapinya. Dalam penyampaiannya H. Basori mengawali dengan permohonan maaf kepada warga. Selanjutnya H. Basori menjelaskan bahwa rencana pengelolaan usaha Ternak Ayam yang di Dusun Tempurejo akan dikelola secara modern atau standar nasional. Dikatakan juga bahwa ada alat – alat khusus yang bisa meminimalisir terjadinya dampak bau maupun hama lalat. Dari beberapa uraian yang dipaparkan oleh H. Basori intinya meminta tolerasi warga untuk menerima didirikan Kandang Ayam tersebut.

Namun sepertinya warga tetap bersikukuh menolak dan menganggap apa yang disampaikan oleh H. Basori hanya teori saja. Sebagaimana disampaikan oleh Samirin tokoh masyarakat Sidorejo.

“Saya salut dengan ide – idenya H. Basori mau kelola ternak secara modern. Tapi maaf itu semua menurut warga masih teori. Buktikan saja dulu di lokasi usaha yang sudah ada di dekat Kantor Desa itu, gunakan alat – alat yang disebutkan tadi. Nanti kalau sudah benar – benar bisa meminimalisir dampak yang dikhawatirkan warga, maka saya kira untuk yang di Tempurejo akan diterima dan tidak ada masalah saya kira, ” sergah Samirin.

Akhir dari debat panjang Sekdes mewakili Pemerintah Desa meminta kepada H. Basori. Untuk sementara menerima usulan warga menghindari hal – hal yang tidak diinginkan sembari memberi kesempatan kepada H. Basori untuk mendapatkan kesepakatan atau persetujuan dari lingkungan. H. Basori pun akhirnya mengamini dan sepakat untuk tidak melanjutkan kegiatan pendirian Kandang Ayam di Dusun Tempurejo. ( rdy35/eta ).

15Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed