oleh

Wartawan Media Online Nasional di Malang Adukan Oknum Debt Collector

Malang Beritaoposisi.co.id , – Salah satu wartawan online nasional di Malang, FTI (34) bersama simpatisan wartawan dan LSM se – Malang Raya adukan sekelompok oknum Debt Collector yang berjumlah 4 orang laki – laki ke Polsek Singosari, Kamis (04/04/2019) siang.

Pasalnya oknum Debt Collector tersebut telah menghalang  halangi dirinya saat hendak tugas kewartawanannya menuju kantor DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen. Selain itu sekelompok oknum Debt Collector tersebut juga telah melakukan tindak penghadangan yang disertai dengan perbuatan kekerasan, tentunya juga berusaha merampas motor tersebut, namun kontak berhasil diamankan oleh pembonceng yang kebetulan salah satu mitra kerja korban dan satu profesi SO (31).

LSM dan Wartawan peduli dengan nasib rekan seprofesinya

selain kekerasan, Pelecehan juga sempat di dapatkan oleh FTI, adanya pelaku memegang bagian tubuh FTI dan berupaya untuk merebut Handphone (HP) miliknya, sehingga Handphone nya jatuh dan berhasil direbut para pelaku yang kemudian video tersebut di hapus nya beserta semua video – video yang ada pada Handphone nya.

Selanjutnya kedua wartawan tersebut berusaha menghindari konflik tersebut dikarenakan profesionalisme yang di tuntut tepat waktu pekerjaan telah menunggunya, merasa tidak puas para oknum Debt Collector tersebut juga telah melecehkan profesi wartawan serta menyebut beberapa institusi yang juga ikut membekinginya.

” Seharusnya mereka perkenalkan diri dulu, namanya siapa, dari mana, keperluannya apa, kan begitu etikanya. Tapi mereka ini tidak, tepatnya di sekitaran perempatan Jalan Raya Karanglo, kami langsung di pepet dan di tendang, sontak kami kaget dan untungnya tidak jatuh, setelah itu saya minggir dan berhenti, kemudian 4 orang tersebut menyerang kami dengan mendorong – dorong kami berdua, setelah mengetahui kejadian tersebut di video kan, para pelaku tersebut semakin bringas menyerang kami, video pun berhasil mereka hapus beserta video – video penting lainnya,” ungkap SO saat di Polsek Singosari.

Sementara itu, di tempat yang sama FTI, ” Dalam peristiwa ini, saya mohon kepada pihak hukum Polsek Singosari dalam hal ini agar merespon cepat aduan dari kami, karena selain saya kehilangan video – video penting saya juga merasa terlecehkan yang disertai dengan kekerasan, seharusnya jangan seperti itu, perkenalkan dulu, kalaupun pihak kami salah kan bisa di omongkan atau di datangi kerumah saya, itu lebih etis, kalau oknum Debt Collector seperti ini terus di biarkan saat di jalanan maka di khawatirkan akan memakan korban yang lebih parah dan banyak lagi, mengingat kejadian pada peristiwa ini” terangnya.

” Saya juga ucapkan terima kasih banyak atas kepedulian dan dukungan serta waktunya kepada teman-teman dari Wartawan dan LSM se-Malang Raya (04/04/2019) telah mendampingi kami berdua dalam rangka pengaduan atas tindakan oknum Debt Collector yang bertindak semena – mena, terimakasih juga kepada bapak kepolisian khususnya Polsek Singosari yang sudah menerima pengaduan kami dan berjanji akan mendalami dan menindak lanjuti perkara ini,” imbuhnya.

Para wartawan yang tergabung dalam kepedulian tersebut juga mengecam keras atas perbuatan oknum Debt Collector yang sudah di rasa layaknya seperti perampok, dan berharap akan hal ini pihak kepolisian untuk bertindak sebagai mana mestinya. (PI)

 

 

#debt kolektor ngawur

#wartawan dihadang debt kolektor

#polsek singosari

1Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. maju terus rekan” pers semoga aksi pengadilan jalanan ala ” koboi oleh oknum penagih hutang ” bisa di berantas . suarakan hingga proses hukum kembali pada tempatnya dan bukan di jalanan . seharusnya segala tindakan yang membuat warga negara tidak nyaman dan terancam keselamatannya serta melaksanakan praktik pemaksaan atas kewajiban yang belum mampu terpenuhi karena suatu hal di dalam sebuah negara yang merdeka serta memiliki dasar dasar hukum yang jelas serta teknis pelaksanaan yang telah di fasilitasi negara melalui aparatur serta inventaris lokasi oleh negara , adalah bentuk nyata PRAKTIK MERONGRONG KEWIBAWAAN NEGARA DI MATA RAKYATNYA SENDIRI . tentu saja jika ini di biarkan bisa menjadi tolak ukur kemampuan penyelenggara negara dalam mengemban amanat penegakan kedaulatan negara atas kepentingan pelaku pasar . SUGIARTO PERS

News Feed